Mentari merah jingga

Pondok-pondok bambu menyambut kita dengan ramah. Kurasakan saung dhahar ini memang tempat yang tepat untuk kembali bertemu. Jauh di dalam hati, percaya jika sore ini akan memberikan banyak segmen-segmen hidup yang tak mudah terlupa. Sore ini adalah waktu untuk pertama kali kembali bersama setelah lama bergelut dengan peluh keringat di tempat pengabdian. Kulihat senyum ceriamu yang juga membuat mulut ini tak hentinya tersenyum. Aku melihat dirimu berkelakar, dan tanpa sadar, seperti biasa, aku menjajakan humor dan candaan yang membuat kamu dan semua kawan bergelak tawa.

Mentari yang berlalu…