Kesungguhan dan Memaafkan

seorang teman berbagi email bijak di milis tadi pagi, isinya:

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan. Ketika kau harus lelah dan kecewa,maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan.

Rupanya, saya belajar banyak sekali tentang dua kata tersebut minggu terakhir ini. Bukan dengan membaca buku, bukan dengan diskusi, tapi dengan menghadapi deadline menumpuk dan kerjaan yang sungguh menyeramkan sekali membayangkan mereka belum terselesaikan di akhir deadline. Antara kecewa, malu, dan ketakutan kehilangan kepercayaan menjadi satu terbalut galau dan waktu yang semakin memendek. Continue reading “Kesungguhan dan Memaafkan”