Simple

Do you think, this life is simple, simple as you wish?. Yes, i’ll answer it YES for sure. I wrote on my facebook yesterday, “it’s so simple. As simple as i take my glass, get fresh water, and then drink it. Yes, just as that simple… :)”.

Minggu kemarin, seorang teman saya mematikan hape nya selama seminggu. Well, sebagai teman saya mengira bahwa hapenya rusak. Tapi saya salah, dia katanya sedang ingin sendiri. Oke, tidak ada yang perlu dirisaukan. Tapi ternyata, efek dia mematikan hape jadi merembet ke saya. Kenapa? Karena saya teman dekatnya, banyak temen yang nanya ke saya, itu lagi kenapa sih? itu lagi marah ya? lagi marahan sama kamu ya? what?????????? *menghela nafas. Continue reading “Simple”

Marah dan Bodoh

Pernahkah kita marah? atau pernahkah kita merasa bodoh ketika menghadapi sesuatu? Saya menemukan komentar yang sangat bagus di sebuah status facebook temen.

Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan Rosulnya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia disi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Continue reading “Marah dan Bodoh”