Kompasiana: membaca wartawan berkata

kompasianaJika anda terbiasa, atau setidaknya agak sering membaca koran, maka tentu saya berani bertaruh kalau KOMPAS adalah salah satu koran yang high recommended untuk di baca. Kompas cetak, yang tebalnya luar biasa itu, tidak sekedar menawarkan berita, tetapi juga meyuguhkan aneka rupa berita dalam bentuk dan bungkus yang memang khas KOMPAS. Yang juga menarik, KOMPAS menawarkan edisi digital dalam epaper nya. Persis seperti koran cetak, hanya saja di akses di dunia maya.

Belum lama ini, hadir lagi, sebuah media dari KOMPAS, ditawarkan ke pembaca dengan nama Kompasiana. Berbeda dari koran nya, maka Kompasiana, yang menjuluki dirinya sendiri dengan “Journalist Blog Network” adalah sebuah media kumpul blogger. Ya, karena Kompasiana adalah wadah, kuali bagi para (blogger yang juga) wartawan (sepertinya memang kebanyakan bahkan semua dari kontributor Kompasiana adalah wartawan, setidaknya dari tulisan nya) untuk menyampaikan ide, gagasan, esai, tajuk atau apalah itu namanya ke publik. Menjadi menarik ketika Kompasiana adalah tempat yang bebas bagi siapa saja untuk bersuara. Dan tentu dengan bahasa yang juga tidak seperti bahasa koran. Ini disclaimer yang saya temukan di halaman kontributor

Journalist blog adalah blog para jurnalis Kompas dan jurnalis di lingkungan Kompas-Gramedia. Para jurnalis menulis sesuai selera dan gaya bahasa masing-masing yang lebih personal, yang tidak sama saat mereka menulis untuk media arus utama. Mereka dapat mengungkapkan “behind the news” sebuah peristiwa yang satu dan lain hal tidak bisa tampil di media arus utama.

Coba mampir ke blog nya Pepih Nugraha, atau Arif Kurniawan, atau Budiarto Shambazy, atau ke banyak wartawwan lain, dengan cara pandang, isu yang di bahas, yang keragaman penyampaian dan permainan kata masing-masing.

Saya sendiri menikmati banyak ide-ide yang memang khas sekali gaya wartawannya. Sila baca ulasannya Pepih Nugraha tentang Bung Karno yang diperebutkan beberapa waktu lalu, atau baca tentang kenangan seorang Budiarto Shambazy meliput Obama yang menang 4 November kemarin itu.

Wah-wah….journalist-journalist itu sudah merangkap jabatan sekarang, jadi citizen jurnalist. Salut.

Continue reading “Kompasiana: membaca wartawan berkata”

Lha blog anda kok ndak banyak komen nya?

Lha blog anda kok ndak banyak komen nya?. Seorang teman tanya itu ke saya.

blog fakir komen

Saya malah jadi bingung?. Lha emang kenapa kalo yang komen dikit, bahkan no comment untuk beberapa postingan, Lha emang kenapa yah?. Lha saya bikin blog emang cuma pengen nulis. Menumpahkan ide dan apa yang dialami di blog. Kalau ada yang komen, berarti ada yang pengen apresiasi atawa berbagi ide. Kalo tak ada komen (dan trafik dikit) lha ya ga berarti apa-apa….hihihi

Continue reading “Lha blog anda kok ndak banyak komen nya?”

SPG vs SPB: siapa lebih menarik?. Case study: NIX 08 Yogyakarta (3-7 Mei 2008)

SPG vs SPB: siapa lebih menarik?. Case study: NIX 08 Yogyakarta ( 3-7 Mei 2008 )

Terminologi cerita

SPG stands for Sales Promotion Girl. SPB stands for Sales Promotion Boy (ini saya juga ga tau apakah ada istilah SPB, kalau belum ada, kudu saya patenkan ini :d). Jadi mengapa milih judul ini?. Terminologi nya adalah bagaimana bahwasanya sekarang eksistensi SPG sebagai penarik hati konsumen untuk berbelanja (terutama pas pameran) sudah mulai terganggu oleh hadirnya SPB. Ya, jangan heran donk, coba saja anda-anda tengok kalo di pameran, saiki banyak SBP bersliweran. Ngalah-ngalahke SPG. Jadi karena ituh (melu-melu mba tikabanget ituh), saya mencoba mengangkat problem ini…

Mengapa SPG dan mengapa pula SPB?

SPG jelas sudah jadi bagian tak terpisahkan dari sebuah pameran (kecuali pameran buku islami..wakaka). Liat aja, Wudel SPG banyak terlihat di beberapa stand pameran. Anda-anda pastinya ngerti dan paham, jikalau SPG memang magnet yang menjadikan sebuah pameran menarik untuk di kunjungi. Saya kok ya ga yakin kalo sekian puluh ribu orang yang ndatengin pameran pengen beli barang semwa. Saya ber”analisa” jikalau ada bererapa ribu orang yang cumak kepengen melototin wudel SPG yang bohay mohel itu.

Dan sekarang, saya kok jadi agak khawatir, eksistensi SPG di sebuah pameran akan digantikan oleh SPB-SPB yang mule menjamur. Kan bisa berabe tuh, kalo ke pameran ga bisa liat SPG. Lha wong saya udah punya laptop, alat elektronik dan gadget lengkap-lengkip, dank e pameran emang Cuma pengen liat wudel SPG (sapa yang kayak saya?…tunjuk hidung masing-masing…).

Continue reading “SPG vs SPB: siapa lebih menarik?. Case study: NIX 08 Yogyakarta (3-7 Mei 2008)”

Seleb Jadi Blogger, Blogger jadi apa? Reportase from talkshow blog @ NIX 08 by cahandong.org

Baru aja dari talkshow blog di JEC, acara pameran komputer NEX’08. Acara talkshow blog ini dipanitiai oleh cahandong.org. Saya nonton bareng Vito.

Talkshow nya sendiri di mulai molor 18 minutes dari jadual yang seharusnya jam 15.00. Dan selesai jam lima lebih dikit. Pembicara yang hadir, sama dengan yang di iklan, yaitu:

Herman Saksono (Blogger serius, senior webdesainer Gamatechno)

Bambang Irawan ( jurnalis IT – Tabloid SInyal)

BM Adam ( Managing Editor – Info Komputer)

Sedang moderatornya sendiri ada Mba tikabanget ituh.

Continue reading “Seleb Jadi Blogger, Blogger jadi apa? Reportase from talkshow blog @ NIX 08 by cahandong.org”

Seleb Blog – Blog Seleb : Sama-sama Ngetop

Semakin banyak saja ya seleb yang ngeblog.

Ada Dian Sastrowardoyo, Wulan Guritno, Maia Ahmad, artis A, artis B, artis C, dan paling baru jelas donk si cantik yang cihuy Sandra dewi. Percayalah, dalam hitungan hari, blog mereka laris manis diobok-obok fans dan penikmat blog bak kacang goreng. Ya eyalah, blog seleb gitu loh. Hehe, sebenarnya sih isi blog “normal” saja, sama kayak blog-blog lainnya, tapi karena predikat artis dan emang karena fans yang memuja para artis tersebut, maka dari itu dan oelh karena itu menjadikan blog tersebut jadi kebanjiran reader (Mba Dian Sastro….saya sering banget ke blog mu logh…haha). Jadilah mereka para seleb dengan blog yang ngetop.

Lain halnya dengan seleb blog. Anda-anda pasti pada tahu, jikalau sebutan dan gelar ini diberikan pada blog yang juga ngetop, mungkin bedanya yang mendasar adalah sang empunya blog bukanlah seorang seleb. Mari sebut beberapa nama dari ratusan seleb blog Indonesia. Pertama jelas lah Om Enda Nasution, sang mantan presiden Blog Indonesia, Sang Lelananging Jagad Ndoro Kakung Pecas Ndahe, Mba Miund, Kambing edan eh salah Kambing Jantan maksudnya, Herman Saksono, Fatih Syuhud, Anangku dan ratusan yang lain. Blog mereka ngetop banget, karena banyaknya reader yang mampir dan berinteraksi di blog nya seleb blog tersebut. Dalam beberapa kesempatan diskusi tentang Blog dan dunia tulis-menulis dunia maya ituh, maka nara sumber nya adalah para seleb blog tersebut. Jadi walaupun bukan seleb, ke-famous-an blog mereka tidak kalah ama blog seleb, bahkan sama-sama punya fans (saya juga banget ama tulisannya Momon Herman Saksono…whehehe).

Continue reading “Seleb Blog – Blog Seleb : Sama-sama Ngetop”