Ketahuilah, Itu Bukan Milikmu

Kemarin, saya sempat terhenyak, kaget dan tak percaya ketika sebuah blog milik kolega kantor yang baru diterima di kantor menampilkan informasi yang terklasifikasi terbatas dan memang seharusnya tidak boleh ditampilkan dan diperlihatkan ke publik karena ada aturan-aturan publikasinya seperti itu.

Mungkin kolega muda ini tidak tahu, atau belum tahu bahwa data dan informasi itu tidak semuanya bebas dibagikan ke semua orang. Memang ada yang termasuk didalamnya diatur publikasi dan penggunaannya terutama yang terkait isu keamanan negara. Mau karena alasan apapun, ini adalah hal ceroboh dan memalukan.

Di sisi lain, hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran bahwa data dan informasi yang karena posisi seseorang di suatu lingkungan kerja kemudian diamanatkan kepadanya tidak serta merta menjadi milik pribadi. Dengan menganggap itu adalah amanat maka akan muncul kehati-hatian, kesadaran memelihara, dan tidak seenaknya menampilkan dan dibagikan ke orang lain, apalagi di blog pribadi yang tidak mengatasnamakan kepentingan kantor.

Saya pasang status di facebook dan kawan dari instansi yang sering tergabung dalam tim rapat memberi komentar, bahwa berbagi hal-hal terbatas terkait rahasia negara itu diatur di KUHP dan ada ancaman pidananya. Pasal 112-113 menjelaskan tentang bagaimana publikasi yang dilakukan tidak sesuai aturan dapat dilihat sebagai pelanggaran serius.

Apa yang terjadi ini mengingatkan saya, bahwa orang-orang bisa saja abai dan ceroboh karena ketidaktahuan dan bahkan karena tidak ingin tahu. Dan yang seperti ini banyak dijumpai dimanapun, yang akhirnya beberapa dari mereka sengaja menyalahgunakan data yang sebenarnya bukan miliknya, cuma karena dia mendapat akses ke data tersebut, serta merta menganggap data itu seolah milik pribadi dan kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi.

Ketahuilah, itu bukan milikmu.

Kasih Sepanjang Jalan

Semua pasti familiar dengan peribahasa “kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah”. Ini untuk menggambarkan betapa besarnya kasih Ibu (bapak juga sebenarnya, atau orang tua) kepada anak-anak mereka yang digambarkan sepanjang jalan, tiada ujungnya. Berbeda dengan kasih anak kepada orangtua yang kadang ada saja yang membatasi.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman kampus menengok ayah dari temen kampus yang kecelakaan di Boyolali. Ngobrol-ngobrol di rumah sakit dengan ayahnya temen, ternyata adik temen saya yang sedang kuliah di Jogja belum dikabari kalau ayahnya kecelakaan dan harus masuk rumah sakit karena lumayan parah dan harus operasi. Alasannya karena adik temen saya yang kuliah di kedokteran itu sedang banyak sekali tugas yang harus diselesaikan. Takut mengganggu konsentrasi dan waktu belajar, keluarga temen saya ini menunda mengabari kalau sedang ada musibah.

Contoh betapa orang tua bahkan ketika sakit pun masih menempatkan anak di prioritas utama dan di atas kesehatannya. Demi anaknya tidak terganggu karena sedang sibuk berkutat dengan tugas tidak dikabari kalau sang ayah sedang sakit. Continue reading “Kasih Sepanjang Jalan”

Mimpinya Siapa (1)

Cerita-cerita motivasi, kadang sering dengan sukses membuat saya terpukul. Selalu ada bagian heroik dari cerita yang akhirnya mengungkap satu sisi jelek yang saya alamni, jalani, sehingga tidak mencapai kesuksesan yang seperti diceritakan cerita-cerita motivasi itu.

Ada kalanya, orang-orang dekat kita, mereka yang kita kenal personal menjadi inspirasi yang nyata, tentang banyak hal, misalnya perjuangan menamatkan kuliah, tentang karier kerja yang mulus dan grafiknya menanjak, lagi-lagi menyingkap satu sisi kelam dari diri saya, ada bagian yang saya kurang dan tidak optimalkan dalam hidup. Sehingga kesuksesan yang saya dapat tidak sesukses orang lain, bahkan orang dekat saya, yang seharusnya dari keseharian yang mereka lakukan, saya bisa mengambil teladan. Continue reading “Mimpinya Siapa (1)”

Mengakui Ide Pinjaman

Berita Anggito Abimanyu yang mundur dari kampus UGM karena tersandung masalah plagiarisme memenuhi segenap media online hari ini. Anggito ditengarai melakukan plagiarisme pada tulisan opininya di sebuah koran.

Kasus plagiarisme menjadi concern terutama oleh para akademisi. Plagiarisme, sekecil apapun, haram hukumnya. Ancaman tersangkut plagiarisme sebenarnya dapat mengenai semua orang. Karena konsep plagiarisme sederhananya adalah “meminjam ide orang, tapi tidak mengakuinya”. Tidak mengakui bisa karena lupa dan tidak tahu bahwa ide-ide orang yang dipinjam harus diakui, bisa juga karena tidak mau mengakui. Mereka yang masih pemula, mungkin akan terkena pada hal pertama, tidak tahu. Mereka yang sudah professional bisa karena alasan kedua, karena ada ide berlian dari orang lain yang ingin diakui sebagai idenya.
Continue reading “Mengakui Ide Pinjaman”

Jackie Chan dan botol air mineral

Di acara Happy Together Ep.335, Jackie Chan ditanya oleh Yoo Jae Suk tentang berita Jackie selalu menamai botol minum air mineral saat dia shooting dimanapun. Jackie menjawab, itu adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sering kali setelah selesai shooting, ada puluhan botol minum sisa, yang hanya diminum setengahnya saja, tidak dihabiskan. Dengan menandai botol minum, dia akan mudah mengenali, dan memastikan airnya sudah habis diminum. Jackie menambahkan orang-orang harus peduli dengan lingkungan, jumlah orang semakin banyak, sumberdaya alam yang tersedia semakin sedikit. Tidak habisnya air pada botol merupakan contoh pemborosan sumberdaya yang tinggi, dan efeknya juga sampah plastik semakin banyak. Kata Jackie, negara-negara seperti Amerika, Korea, Jepang, dan pada akhirnya semua manusia harus mengurangi sampah plastik, dengan budaya hidup. Continue reading “Jackie Chan dan botol air mineral”