rahasia

ssssst! jangan katakan pada yang lain. Ini rahasia kita berdua saja. Biarkan mereka menerka apa-apa tentang kita, toh kamu sudah bercerita tentang pacarmu dan aku bercerita tentang gadis impian. Biarkan mereka berbicara apa saja tentang kita, tentang aku yang katanya suka kamu, tentang kita yang kemana-mana bersama. Tenang, rahasia kita berdua aman di mulutku, dan juga di mulut mu.

sssst! jangan katakan pada yang lain, aku bercerita padamu tentang mantan pacarku yang cantik itu. Tak usah kau katakan pula pada yang lain kau sudah bercerita perjuangan berat mu bersama calon suami mu sekarang. Tenang, ini rahasia kita. Rahasia yang menyeluruh, rahasia yang didalamnya ada cinta dan kasih diantara kita.

sssst! ini rahasia kita. rahasia.

The End

“We can’t choose our happy endings. We don’t even know how the story goes.”

Saya membaca status facebook seorang senior di kantor. Kita tidak bisa memilih akhir cerita yang bahagia, karena jangankan akhir, bagaimana cerita berjalan juga kita bahkan tidak tahu. Sekilas baca, saya kok melihat sebuah keputusasaan di sini. Tapi jika dilihat dari sisi bijak, kalimat di atas mungkin memang dimaksudkan agar kita tidak terlalu berharap pada akhir yang sesuai dengan keinginan kita. Bahwa perjalanan mencapai akhir cerita, juga kadang tidak bisa kita berikan alur-alur yang mana kita inginkan. Continue reading “The End”

Marah dan Bodoh

Pernahkah kita marah? atau pernahkah kita merasa bodoh ketika menghadapi sesuatu? Saya menemukan komentar yang sangat bagus di sebuah status facebook temen.

Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan Rosulnya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia disi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Continue reading “Marah dan Bodoh”