menerima

perlahan air mata menetes
malam sunyi jadi saksi
hati sedang berproses
menerima

menerima segalanya
untuk semua hal
kesedihan yang datang tanpa permisi
gundah gulana yang menyempitkan hati
resah yang menjadikan otak seolah tak lagi bersisa
penuh, seakan mau meledak.

bulir air mata semoga memang benar
jadi bukti
proses menerima berjalan dengan baik
penuh keikhlasan

menyadari
bahwa semua memang suratan takdir
Tuhan sudah tuliskan kisah untuk masing-masing manusia
maka saatnya menerima

Dan akhirnya waktunya akan tiba

sayup-sayup kudengar tawa

seorang kawan menikah akhir minggu ini

berbahagia dengan tawa yang memenuhi segenap hati

 

Lirih kudengar

seorang kawan menangis terisak

Istrinya melahirkan minggu kemarin

buah cinta mereka telah hadir di dunia

isak tangis perlambang bahagia memenuhi segenap penjuru kalbu

 

waktu-waktu bahagia akan tiba

pada mereka yang terpilih

pada mereka yang mempersiapkan keceriaan pada hidup

pada mereka yang berjuang mendapatkan kebahagiaan

 

pada diriku,

kapan waktunya akan tiba?

Pulang ke Pelukan Ibu

Kamar kos seakan menjadi saksi
Hingar bingar kampus yang terbawa
Aroma dan suasananya menjalar ke segenap penjuru
Kamar penuh buku, catatan, berserakan
Sama tidak teraturnya dengan jadwal kuliah
Deadline mengumpul tugas

Sore ini ibu berkirim kabar
Sudah kembali ke rumah
Setelah menghabiskan waktu
Di rumah kakak

Kamar kos seakan menjadi saksi
Hingar bingar rindu yang terbawa
Aroma dan suasananya menjalar ke segenap penjuru
Kamar penuh rindu, kangen, dan harap
Sama dengan keinginan pulang
Pulang ke rumah

Pulang ke pelukan Ibu.

-yang sedang kangen ibu di rumah-

dalam diam

image

Dalam hidup, ada kalanya manusia merasa tak puas diri dengan apa yang terjadi dalam dirinya.
Apa-apa yang terjadi seolah tak seiring impian, melenceng dari cita-cita, jauh dari yang diminta.
Hidup seketika terasa tidak adil bagi si manusia, orang-orang hidup di atas penderitaannya, banyak yang tak lagi memijak bumi, semua seakan terbang tinggi ke awan dan si manusia tertinggal sendiri di bumi.
Dalam diam, aku menatap awan biru dari jendela pesawat bulan lalu.
Merenung apakah hidup sudah kujalani dengan ikhlas dan rela?

Kehangatan Palsu

image

Apa yang kau cari di dingin yang menusuk tulang?.
Tapi bilamana kau seorang pria kesepian mencari kehangatan?.
Freshcare 4 biji tak sepadan dengan hangat peluk perempuan :mrgreen: