Kejujuran: priceless

Salah satu hal yang paling bersinggungan dengan orang jualan adalah kejujuran. Jujur, saya yakin, tidak hanya untuk pada pedagang tantangan berat bagi semua orang.

Pedagang, seringkali dicurigai tidak jujur dalam banyak aspek, misal yang paling sering dilihat, timbangan. Dulu, dulu sekali timbangan pasar itu sering jadi contoh bagaimana kecurangan dilakukan para pedagang. Timbangan tidak seimbang sehingga yang diterima pembeli tidak sama dengan yang dia beli, berkurang.

Pedagang tidak jujur juga bisa ditonton di banyak video di youtube. Ada pedagang yang cekatan sekali mengganti plastik belanjaan yang sudah ditimbang dengan plastik lain yang sudah disiapkan, yang sudah ada isinya, dan sudah tentu isinya bisa dipastikan tidak sesuai dengan apa yang dibeli. Continue reading “Kejujuran: priceless”

mari menghitung kalori

Untuk yang sedang berusaha menurukan berat badan, pasti sudah sangat terbiasa mendengar kalori. Singkat cerita, diet itu akan sukses tidak hanya dengan berolahraga, namun juga menjaga pola makan. Kenapa? Karena pada saat olahraga jumlah kalori yang dibakar tubuh akan bergantung dengan aktivitas yang dilakukan.

Misalnya, saya sekarang mencatat aktivitas olahraga di beberapa aplikasi android, misalnya RunKeeper, Endomondo, Runtastic dll. Silahkan googling untuk aplikasi lain, yang walau gratisan tapi keren dan lengkap informasinya.

Bagi saya yang badannya super besar ini, lari tentu bukan pilihan, dan akhirnya saya mencoba jalan kaki. Untuk berjalan kaki 45 menit ternyata kalori yang dibakar tidak lebih dari 250 kalori. Betapa sedikitnya. Mengapa saya bilang sedikit? Karena, setiap 6 keping biskuit Lemonade kesukaan saya, sudah mengandung 100 kalori. Bayangkan jalan kaki 45 menit akan sia-sia jika kemudian saya ngemil 12-15 keping biskuit.

Dari banyak artikel yang saya baca, mengatur pola makan justru lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Olahraga akan melengkapi karena dengan mengatur pola makan, tubuh bisa saja memberi reaksi lemah, tidak semangat, dan olahraga akan menjada kebugaran tubuh, sebagai efek lain dari menambah kalori yang dibuang dari tubuh.

Sehari manusia dewasa, tergantung berat badan juga, membutuhkan. Cara menghitung kebutuhan kalori harian misalnya sudah dikupas oleh Kompas.

Katakanlah kebutuhan kalori harian 2500, berapa yang bisa dibuang dari itu sehingga yang masuk ke tubuh berkurang. Namun katanya diet sangat ketat juga tidak baik, manusia tetap butuh minimal 1200 kalori sehari. Katakanlah dari olahraga dan jaga makan, tiap hari dapat berhemat 300-500 kalori.

Untuk turun berat badan setengah kilo, anda harus membuang 3500 kalori. Jadi misalkan pola hidup sehat dengan olahraga dan diet dilakukan secara serius, dalam seminggu bisa setengah kilo berat badan turun. Maka dengan hitungan tersebut, dalam sebulan bisa turun 2 kg. Itu tentu hitungan matematika. Karena katanya ada tubuh yang memang mudah kurus ada yang sulit. Apapun kondisinya, dengan mengurangi jumlah kalori yang masuk dan kalori yang dibakar, berat badan akan turun atau setidaknya terjaga.

Bagaimana pola makan yang benar? di internet bertebaran tips mengatur pola makan, sampai dengan food combining dan bagaimana dan pilihan olahraga yang sesuai dan hasil yang optimal. Dari banyak tips, katanya jangan menghindari sarapan. Karena justru dengan menghindari sarapan, nafsu makan di siang hari seringkali tidak terkendali. Yang paling enak malah justru makan sering tapi tak banyak. Sehari bisa 6-7 kali memasukkan makanan ke tubuh. Tips tentang banyak makan porsi sedikit ini juga banyak yang sudah berbagi tipsnya dan pilihan makanannya.

Ada juga yang mengganti dengan smoothie, yang sekarang sedang hits, untuk sarapan. Sayuran dan buah dipadupadankan untuk diminum. Saya terus terang belum pernah coba. SImpel saja, di kos tidak bisa ngejus sendiri. Memang ibu kos punya juicer dan berkali-kali menawarkan kalau mau ngejus silahkan saja. Tapi ya tetap saja engga enak.

Yang paling mudah, ya ganti sarapan dan makan malam dengan “minuman shake” yang sekarang sebenarnya sudah sejak dulu banyak dibicarakan, misalnya produk dari herbalife dan setahu saya ada produk dari merek lain. Intinya mengganti sarapan dan makan malam dengan yang lebih baik kandungan gizi nya, terkontrol kalorinya, daripada sarapan nasi goreng atau  makan malam dengan sate kambing dan nasi. Atau menu favorit mahasiswa, yang tinggal ke warung burjo dan pesan mie rebus telor ditambah nasi. hehe.

Jadi mulai sekarang, yang merasa badannya tidak nyaman lagi karena berat badan yang semakin naik, mari menghitung jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Cara ini yang sudah terbukti manjur di seluruh belahan dunia.

Saya jadi ingat seorang teman pernah menulis di status facebook, kalau hidup tidak sehat sudah kita jalani tahunan, ya jangan harap efeknya terasa dalam hitungan hari. Benar juga. Saatnya sekarang balas dendam, apa yang sudah tahunan dilakukan dengan pola hidup tidak sehat, dibalas dengan pola hidup yang lebih baik.

Postingan ini terus terang adalah cara saya menyemangati diri sendiri. Saya sedang berjuang bukan untuk menurunkan berat badan yang sudah terlampau berat ini, tujuan awal yang saya patok adalah, saya ingin tubuh saya fit. Sehingga dalam berkegiatan sehari-hari tidak gampang capek. Kalau berkeringat sudah pasti lebih banyak dari yang berat badannya normal, ya setidaknya tidak gampang loyo.

Oh ya, menyenangkan lo mencatat kita makan apa, berapa kalori yang masuk, berapa tabungan kalori harian, berapa yang dibakar dengan olahraga dengan gagdet android. silahkan saja googling, calorie counter android, maka akan ada banyak aplikasi gratis, dengan rating tinggi yang berarti sudah banyak digunakan orang.

Yuk hidup sehat.

——

Terkait angka-angka kalori yang saya sebut, ada baiknya mengkonfirmasi ulang dengan googling, karena bisa saja angkata tidak akurat.

 

 

 

teman datang dan pergi, yang tinggal adalah kenangan

Entah dapat ilham dari mana, tapi saya suka sekali menuliskan judul postingan ini di status BBM.

Ini tentu tidak lepas dari teman-teman yang datang silih berganti seiring berubahnya, terutama lokasi, kita bertumbuh. Jaman SD-SMA, tentu list temen saya hanya dari Purbalingga, dan itu-itu saja, ya karena banyak yang bareng bahkan dari SMP-SMA.

Seiring waktu berjalan, saya kuliah di Jogja, maka bergantilah teman-teman dengan teman kuliah, teman SMA yang sering kontak ya yang sekampus, atau sama-sama kuliah di Jogja.

Pun dengan teman-teman di kantor, mereka menggantikan teman-teman semasa kuliah. Begitulah, waktu berjalan dan petualangan pertemanan juga berubah.

Namun apakah ada satu dua teman yang kemudian tetap intens komunikasi dari jaman SMP sampai sekarang? atau orang sering sebut best friend forever (BFF)? Saya sendiri tidak yakin saya punya BFF. Maksudnya, entah karena memang kondisi, semakin jarang bertemu, semakin jarang pula komunikasi yang terjadi.

Namun demikian, mereka yang sudah jadi teman tentu meninggalkan banyak kenangan. Oleh karenanya saya tuliskan judul di atas, teman boleh saja datang dan pergi, berganti, namun kenangan-kenangan hadir dan tinggal di hati.

Teman datang dan pergi, yang tinggal adalah kenangan.

Kasih Sepanjang Jalan

Semua pasti familiar dengan peribahasa “kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah”. Ini untuk menggambarkan betapa besarnya kasih Ibu (bapak juga sebenarnya, atau orang tua) kepada anak-anak mereka yang digambarkan sepanjang jalan, tiada ujungnya. Berbeda dengan kasih anak kepada orangtua yang kadang ada saja yang membatasi.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman kampus menengok ayah dari temen kampus yang kecelakaan di Boyolali. Ngobrol-ngobrol di rumah sakit dengan ayahnya temen, ternyata adik temen saya yang sedang kuliah di Jogja belum dikabari kalau ayahnya kecelakaan dan harus masuk rumah sakit karena lumayan parah dan harus operasi. Alasannya karena adik temen saya yang kuliah di kedokteran itu sedang banyak sekali tugas yang harus diselesaikan. Takut mengganggu konsentrasi dan waktu belajar, keluarga temen saya ini menunda mengabari kalau sedang ada musibah.

Contoh betapa orang tua bahkan ketika sakit pun masih menempatkan anak di prioritas utama dan di atas kesehatannya. Demi anaknya tidak terganggu karena sedang sibuk berkutat dengan tugas tidak dikabari kalau sang ayah sedang sakit. Continue reading “Kasih Sepanjang Jalan”

Rambut Rontok di Kamar Mandi

Satu hal yang harus dialami mahasiswa selama ngekos biasanya adalah berbagi kamar mandi. Berbeda dengan mahasiswi yang biasanya kamar kosnya punya kamar mandi dalam dan plus AC. Di kos saya, di lantai 1 untuk 3 kamar tersedia 1 kamar mandi.

Karena berbagi dengan banyak orang, mau tidak mau kebersihan kamar mandi juga tidak selamanya seperti yang kita bayangkan, apalagi misalnya dibandingkan dengan kebersihan kamar mandi di rumah. Saya termasuk beruntung karena kamar mandi di kos rutin dibersihkan Ibu kos, atau tukang suruhan Ibu, biasanya setiap bulan sekali sekaligus bersih-bersih kos keseluruhan. Continue reading “Rambut Rontok di Kamar Mandi”