Miloji 10K 2018: semua butuh perjuangan

Pendaftaran banyak event lomba lari datang berurutan awal tahun kemarin. Saya yang sudah niat ingin ikut di beberapa race yang terkenal, termasuk Milo Jakarta 10K, sudah membuat jadwal lari dan memantau perkembangan informasi pendaftarannya.  Perjuangan saat pengambilan racepack karena bukan pas weekend, perjuangan ngelaju dari Cibinong, perjuangan nahan pipis selama race karena toiletnya sedikit dan yang antri puluhan orang. 

Very early bird

Satu hari sebelum pendaftaran resmi  early bird dibuka, saya tidak sengaja lihat di akun IG yang saya follow menampilkan alamat URL pendaftaran untuk milo race ini. Iseng buka saja,dan kaget ternyata sudah ada formulir pendaftaran yang sudah dapat diisi. Langsung ambil langkah cepat, tidak mau kehabisan slot, saya isi formulir tersebut, Kemudian segera menuntaskan transfer biaya pendaftaran, dan akhirnya dapat email notifikasi sukses menjadi calon peserta Miloji 10K kategori 5K. Alhamdulillah. walaupun slot peserta milo ini sampai 16 ribu orang katanya, tetap saja bisa mendapat satu slot haruws disyukuri. Kalau ingin memeriahkan satu event lari sebagai peserta, apalagi yang tenar, harus selalu pantau sosmed untuk update perkembangan informasi pendafaran. Early bird biasanya selalu mendapat diskon, lumayan kalau bisa dapat slot saat periode itu.

Racepack Collection

Agak mengejutkan ketika tahu atau lebih tepatnya sadar kalau jadwal pengambilan racepack ternyata hanya sampai jumat, tidak sampai sabtu. Artinya saya harus mengambil di hari kerja yang tentu saja merepotkan.  Akhirnya curi-curi waktu kerja (jangan dicontoh ya…) untuk ambil racepack ke Jakarta. Temen-temen Geospasial Runners di kantor juga titip, akhirnya ambil total 4 racepack.

Tiba di tempat pengambilan racepack ternyata penuh sekali karena pas jam makan siang. Mereka yang kerja di Jakarta mungkin memang menyempatkan ambil racepack pas jam makan siang, jadilah membludak sekali. Tapi lumayan juga sambil nunggu antrian masih bisa buat bikin live di instagramnya Geospasial Runners, itung-itung nambah konten.

Setelah dapat bib dan jersey xxl yang tetap saja kekecilan buat saya, hahahaha, sempeting check BIB dan foto selfie. Harus segera balik ke Cibinong biar ga jadi dendeng ukuran jumbo di KRL.

Menuju Jakarta, Minggu dini hari

Perjuangan yang paling berat sebenarnya di event Miloji 10K ini justru bukan larinya, tapi sampai ke Jakarta sebelum race dimulai. Karena hanya ada dua kategori,  startnya agak siang sekitar jam 6 an. Namun demikian jalan-jalan di sekitar Epicentrum Walk sudah akan ditutup sejak jam 5 pagi. Artinya apa? artinya saya harus berangkat sepagi mungkin dari Cibinong agar sebelum jam 5 sudah sampai TKP. Karena tidak menginap, akhirnya cari cara gimana biar sampai Jakarta sebelum start mulai.

Naik KRL paling pagi tetap tidak akan sampai, karena walaupun berangkat jam 4 dari Bojonggede, akan sampai jam 05:30 lebih di Stasiun Sudirman. Mau naik mobil, kami berempat tidak punya mobil. Opsi awal adalah sewa mobil. Biarlah sewa mobil satu hari, dibagi berempat. Ketika mau eksekusi cari mobil sewaan, seorang teman menawarkan mobilnya untuk bisa dipakai, tidak usah sewa. Alhamdulillah, niat baik kadang memang selalu menemui jalan keluar yang tidak disangka yang tidak kalah baiknya.

Akhirnya mobil aman, dan tinggal memikirkan jam berapa berangkatnya. Dengan estimasi perjalanan 1 jam, maka disepakati paling telat jam 3:30 pagi sudah harus berangkat dari Cibinong. Bangun pagi tentu jadi tantangan, karena semuanya bujangan yang bangun pagi tidak ada di kamus keseharian kami. Haha.

Saya sebagai yang paling tua merasa punya tanggung jawab lebih untuk memastikan kami berangkat tepat waktu. Alarm di dua hp saya set dari mulai jam 02:45 sampai dengan jam 03:15 setiap 5 menit. Saya bisa bangun sebelum jam 3 dan kemudian menelpon satu demi satu teman kantor. Semua bisa dikontak, sudah bangun, tapi tetap saja ternyata baru bisa lolos dari Cibinong menuju Jakarta jam 4 pagi kurang sedikit.

Hari minggu, tol jagorawi lengang di pagi hari, jadi bisa sampai di venue jam 5 kurang 10 menit. Memakan waktu lumayan lama untuk mencari tempat parkir karena ternyata sudah  banyak mobil yang datang. Lebih dari 10 menit untuk cari parkiran.

The Race

Di Miloji 10K ini, ketika pendafaran, kita diminta memasukkan target waktu menyelesaikan race. Ada kategori A sampai D, dari yang paling cepet sampai lambat. Saya memilih kategori D, yang artinya harus rela start dari paling ujung belakang. Proses start memakan waktu sangat lama karena peserta yang luar biasa banyak jumlahnya. 16 ribu orang ikutan menjadikan Miloji 10K sebagai ajang lari terbesar di Indonesia.

Belum lepas dari garis start, sirine sudah berbunyi yang artinya sudah ada pelari kencang kategori 5K mau finish. Hahaha…..

Akhirnya lepas dari start kurang lebih 16 menit lamanya. Sepanjang lintasan lari, tidak lupa mata melirik kanan kiri mencari fotografer biar bisa dapat foto keren selama race. Akhirnya dapat beberapa foto cakep.

Personal Best 5K

Akhirnya menyelesaikan race dengan sangat nyaman, dan dapet PB 5K juga. Seneng karena event yang penuh perjuangan selesai dengan baik. Lebih seneng lagi karena bisa bareng sama temen-temen kantor. Semoga Geospasial Runners lebih jaya dan solid kedepannya, dapat ikut race bareng-bareng lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *