tersirat di wajahmu

Ada yang berubah dari sikapmu, 

mungkin sesuatu tlah terjadi, 

mungkin aku telah menyakitimu, 

walau bukan itu maksud hati. 

Senandung kala hujan, album lama band bernama The Rain ini pernah mengisi waktu-waktu saya jaman awal kuliah dulu. Lagu di atas judulnya “tersirat di wajahmu”. Sampai sekarang masih hapal beberapa lagu, ya beberapa lirik lupa,maklum sudah lebih dari sepuluh tahun. 

Adalah spotify yang membuat semua jadi mudah, mendengarkan tembang lawas tinggal cari dan putar. Saya sudah buktikan puluhan lagu lawas tersedia. 

Kemajuan teknologi memang membuat semua bergeser termasuk urusan musik. Semua mengikut perkembangan zaman. 

Dulu jaman sma, punya kaset adalah satu hal yang menyenangkan. Apalagi kalo sudah punya walkman, sudah berasa “gaul”. 

Sekarang? saya yakin semakin sedikit yang menyimpan file musik di HP. Semua bisa distreaming sekarang. 

Apalagi promo-promo akun premium untuk streaming lagu, salah satunya spotify ini, semakin murah, terjangkau dan semakin banyak pilihan pembayarannya. 

Percaya atau tidak, saya langganan spotify premium, sehingga bisa setel lagu apa saja semau saya, hanya dengan membayar 4.900 rupiah. Anda tidak salah baca, hanya empat ribu sembilan ratus untuk 3 bulan. iya tiga bulan. Itu masih dipermudah karena nilai segitu dipotongkan dari pulsa Im3 saya. 

Yang jelas sekarang teknologi memang menawarkan kemudahan – kemudahannya. 

Saya mendengarkan lagu pengantar tidur dengan speaker bluetooth portabel. Ukuran kecil, handy, mudah masuk tas, gampang dibawa kemana-mana. Bayar 350 ribu sudah dapat speaker simbadda yang lumayan lah, bisa dibawa mobile kemana-mana, baterai tahan 10 jam.

Spotify premium + speaker Bluetooth portabel = menyenangkan. 

Hidup semakin mudah. teknologi memfasilitasi semuanya. 

Jadi kepengen beli headset bluetooth. Hehe. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *