membina kemesraaan

Kemarin malam, saya hadir di acara resepsi pernikahan teman seangkatan di Jakarta. Saya cukup jarang hadir di resepsi dengan konsep batak, dan ternyata tidak kalah indahnya dengan konsep jawa yang selama ini lebih sering saya hadiri. 
Dari urutan-urutan acara yang dilewati, saya ikuti dari awal sampai hampir selesai. Baru tahu juga ada sesi-sesi acara yang selama ini belum pernah saya lihat. Misalnya toss minum antara mempelai dan hadirin. Ada juga wedding kiss dll. 

Aura kebahagiaan memang pasti hadir menyelemuti acara. Sehingga sangat tepat memang kalau momen-momen kebahagiaan dibagi bersama dengan yang hadir resepsi. Ini sepertinya diketahui betul oleh pembawa acara. 

Pada satu sesi, pengunjung diminta untuk memeluk pinggang pasangannya. Diawali oleh pengantin tentu saja. Ibu MC bilang: “ayo bapak ibu, sekarang peluk pasangannya, bapak ibu yang sudah puluhan tahun menikah, mungkin yang sudah lama tidak peluk istrinya, suaminya, yang sudah lupa cara memeluk, berbagi kemesraan… pengantin ayo kasih contoh bagaimana kemesraan pada hari pernikahan”.

Saya senyum-senyum sendiri. Bukan, bukan karena saya sendirian dan ga ada yang dipeluk, ini senyum bahagia woi.. bukan senyum miris. Hahahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *