hutang yang (sengaja) terlupa

Jangan kasih hutangan ke teman dan saudara. 

Efeknya bisa sangat serius. Teman bisa jadi musuh, saudara tak lagi bertegur sapa. 

Saya yakin kalau kondisi memungkinkan orang tidak akan berhutang. Namun apa daya, hutang memang salah satu solusi cepat untuk menutup kebutuhan uang. 

Sayangnya, urusan bayar hutang seringkali yang lama dan penuh drama. Keputusan kasih pinjaman mungkin diambil dalam sekian detik, eksekusi memberi uangnya bahkan juga sekian detik kemudian karena langsung ditransfer ke rekening. 

Namun mungkin butuh bertahun-tahun hutang akhirnya dibayar , lunas. Sebagai pemberi hutang, saya yakin tidak akan lupa siapa meminjam berapa dan dulu janjinya akan dikembalikan kapan. 

Proses bayar hutang selain lama kadang drama, yang seringkali berujung serius. Saya termasuk yang tidak suka menagih hutang. Mereka yang meminjam uang tapi belum mengembalikan, kemungkinan besar memang masih kesulitan dan tidak ada dana untuk menutup lubang. Namun demikian cerita menjadi agak serius ketika janji mengembalikan hanya dalam hitungan minggu , kemudian menjadi tahun. Bahkan menahun. 

Menagih hutang malu, yang ditagih juga mungkin malu. Awal menagih hutang mungkin masih dibalas dengan baik. Nagih kedua dibalas mungkin telat sejam dua jam, sampai sehari. Nanya ketiga kali mungkin hanya dibaca tanpa dibalas. Nanya keempat mungkin tidak lagi dibaca karena sudah diblok. Nanya kelima lewat telpon sudah tak diangkat dan digubris. 

Mungkin lupa kalo punya hutang yang harus dibayar. 

Repot deh kalo sudah gini. 

Ada yang mengalami? . 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *