mereka yang abai dan membahayakan 

Gila…

Saya mengumpat dalam hati. Beberapa motor menerabas lampu merah di pertigaan pemda Cibinong. Jatah mereka jalan sebenarnya mungkin masih puluhan detik lagi. Saat mereka nyelonong ngebut, jalur saya baru saja hijau warna lampunya. Artinya mereka masih satu giliran lagi seharusnya. 

Saya juga heran mengapa budaya berlalu lintas di Cibinong sedemikian buruknya. Terutama mereka yang sopir angkot dan beberapa pemotor, terutama di pagi hari saat berangkat kerja dan sore waktunya pulang kerja. 

Pada suatu  ketika saya pernah sedang menunggu giliran jalan di lampu merah. Eh ada motor yang jalan saja. Padahal jelas indikator waktu masih menunjukkan angka 45. Artinya masih harus menunggu 45 detik lagi, tapi sudah jalan. Apa bukan gila namanya. 

Perilaku buruk ini sebenarnya seperti membuka pintu maut sendiri dan sialnya untuk orang lain. Mereka pelanggar lampu merah apa tidak sadar kalau perilaku bodoh mereka berbahaya tidak hanya untuk diri mereka sendiri , tapi buat orang lain. Apa mereka ga mikir kalau kelakuan mereka malah membuat orang yang seharusnya “aman” karena memang jalan pada gilirannya karena sedang hijau malah berpotensi celaka. 

Saya suka ngeri sendiri kalau sedang di lampu merah dan langsung dapat jatah lampu hijau. Apalagi kalau kendaraan di depan sudah sedikit . Ngebut biar bisa lewat , tapi potensi ada kendaraan nyelonong, bisa mobil atau motor sangat tinggi. Bisa-bisa celaka. 

Yang bikin tidak habis pikir, petugas lalu lintas berseragam itu, kok lebih hobi nunggu dan nilang mereka yang tidak berkendara di jalurnya, misal motor yang ambil jalur cepat padahal harusnya di jalur lambat  , daripada nilang mereka yang menerabas lampu merah, atau maju melebihi batas di perempatan/pertigaan yang sangat mengganggu laju kendaraan dari jalur lain. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *