Kejujuran: priceless

Salah satu hal yang paling bersinggungan dengan orang jualan adalah kejujuran. Jujur, saya yakin, tidak hanya untuk pada pedagang tantangan berat bagi semua orang.

Pedagang, seringkali dicurigai tidak jujur dalam banyak aspek, misal yang paling sering dilihat, timbangan. Dulu, dulu sekali timbangan pasar itu sering jadi contoh bagaimana kecurangan dilakukan para pedagang. Timbangan tidak seimbang sehingga yang diterima pembeli tidak sama dengan yang dia beli, berkurang.

Pedagang tidak jujur juga bisa ditonton di banyak video di youtube. Ada pedagang yang cekatan sekali mengganti plastik belanjaan yang sudah ditimbang dengan plastik lain yang sudah disiapkan, yang sudah ada isinya, dan sudah tentu isinya bisa dipastikan tidak sesuai dengan apa yang dibeli.

Namun saya percaya, pedagang-pedagang jujur masih ada dan jumlahnya (mudah-mudahan) jauh lebih banyak dari yang tidak jujur. Mengapa saya bilang begitu? karena saya mengalami dua kejadian yang membuat saya tersenyum, senang, karena ternyata masih banyak pedagang jujur.

Dua minggu lalu, saya beli gorengan, tahu pedas di depan kompleks perumahan. Satu biji seribu rupiah, saya beli sepuluh. Setelah bungkusan saya terima saya bayar. Ambil uang lima ribuan dua lembar, dan saya kasih ke pedagang. Di saat mau meninggalkan lapak tahu pedas ini, mas yang jualan manggil saya, mas ini uangnya kelebihan 5 ribu…oh ya mas, kata saya, dan saya ambil uang lima ribuan dari tangannya. Rupanya uang di dompet saya ada yang lengket. Andaikata mas penjualnya tidak bilang dan kasih balik uang saya, saya pun tidak tahu.

Sore ini, saya mengambil laundry di tempat laundry langganan. Setelah membayar saya lihat di dalam plastik pakaian, ada uang, beberapa lembar, ada limapuluh ribuan, ada beberapa sepuluh ribuan. Yang melayani di tempat laundry bilang: mas itu uangnya ada di saku celana kemarin saat dicuci. Rupanya saya lupa masih ada uang sisa kembalian belanja. Saya tersenyum dan berucap terimakasih. Andaikata, itu uang tidak dikembalikan ke saya pun, saya tidak akan tau ada uang di saku celana saya yang ikut ke laundry.

Uang-uang itu, tanpa melihat nilainya, sebenarnya adalah ujian nyata bagi para pedagang. Diam dan masuk kantong itu mungkin pilihan. tentu pilihan yang salah dan kemudian masuklah mereka ke golongan pedagang tidak jujur. Tetapi mengembalikan uang ke saya justru menjadikan mereka jauh lebih berharga dari nominal uang yang saya belanjakan ke mereka. Kejujuran mereka, priceless, tak ternilai dengan uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *