Mengalah tak kalah, tentang Petr Cech

Anda pecinta sepakbola, termasuk saya, pasti menantikan berita transfer pemain, baik yang terkait klub kesayangan atau dunia sepakbola umumnya.

Berita transfer kadang tidak masuk akal, mendadak dan membuat gempar. Misalnya, bagaimana Welbeck pindah ke Arsenal dari United. Semua terjadi tanpa isu. Langsung saja.

Transfer pemain sepakbola, memang banyak motif yang melatarbelakangi. Tidak selalu sama.

Transfer Gareth Bale ke Madrid tentu berbeda dengan yang terjadi dengan Welbeck. Jika Welbeck mungkin merasa kesempatan bermain di United semakin kecil dengan datangnya Falcao musim lalu, Bale pindah ke Madrid tentu karena kesempatan berprestasi yang lebih baik dan cemerlang. Selain uang tentu saja.

Transfer pemain di jeda musim ini sepertinya belum banyak memberi kejutan. Belum banyak melibatkan tim besar dan pemain bintang kelas A.

Yang paling sudah ditebak, baru saja Petr Cech yang pindah ke Arsenal dari Chelsea. Kadang sering berpikir, bagaimana sebuah tim punya dua kiper dengan kualitas sama baik, semisal Cech dan Courtois. Milih salah satu untuk jadi yang reguler tentu sulit. Ini yang mungkin terjadi di Madrid beberapa musim lalu, saat Lopez dan Casillas rebutan nomer 1 di Madrid. Lopez lebih sering main, Casillas cadangan, dan kemudian banyak kabar mengiringi. Misalnya, era Casillas sudah habis, saatnya pindah dll. Justru sebaliknya yang terjadi, Lopez hijrah ke Milan, dan Casillas jadi pilihan utama lagi di Madrid.

Cech, terusik dengan hadirnya, kembalinya kiper pinjaman Chelsea dari Atleti. Courtois memang memiliki performa ciamik ketika maen di Atletico Madrid. Dan benar saja, semusim kemarin, Mou lebih sering memilih Coutois yang lebih muda, untuk berdiri mengamankan gawang Chelsea. Hasilnya Chelsea juara liga bahkan sejak minggu pertama memimpin di tabel peringkat klasemen.

Saya membaca surat perpisahan Cech untuk fans Chelsea. Dia paham situasi yang terjadi setahun belakangan tidak memberinya banyak kesempatan. Setahun sudah cukup untuk memahami dan membaca situasi kalau jadi kiper no. 1 lagi di Chelsea sepertinya mustahil. Arsenal jadi pelabuhan dia selanjutnya. Terus terang, kalau de Gea pindah ke Madrid, saya membayangkan alangkah gawang United akan juga sama amannya kalau dijaga Cech. Tapi isu de Gea ke Madrid masih terus berhembus, Cech sudah keburu memutuskan pindah.

Satu hal yang bisa saya lihat, Cech dengan segala kalkulasi, termasuk peluang bermain, usia, memilih untuk mengalah. Pindah. Dan tentu yang terjadi bukan serta merta Cech kalah. Dia mengalah untuk satu hal yang tidak akan didapatkannya lagi di Chelsea, kesempatan bermain reguler. Tidak di bangku cadangan. Bukan bench warmer.

Mengalah memang tidak selalu kalah. Semua diputuskan penuh perhitungan dan potensi kesuksesan di masa datang.

United habis beli Depay, beli siapa lagi nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *