Melihat ke Belakang

Saya pernah menulis, malam hari adalah waktu yang baik untuk mereviu kembali apa yang kita lakukan seharian ini. Meluangkan waktu beberapa menit, untuk melihat ke belakang apa kebaikan yang seharian ini kita lakukan. Apa sumbangsih yang kita berikan dalam rangka bekerja. Apa hal kurang produktif yang kita lakukan. Apa yang jelek yang kita kerjakan, entah sadar atau tidak.

Tidak perlu logbook untuk mencatat itu semua. Saya percaya hati kita adalah logbook paling canggih. Ingatan tentang suatu hal, dapat berdiam didalamnya untuk waktu yang sangat lama. Perbuatan baik, hal bagus, kerjaan produktif sepanjang hari, akan mengisi ruang hati yang serta merta membawa ketenangan. Saya percaya itu. Hal-hal jelek, kesalahan, seharian membuang waktu akan memunculkan kegelisahan, sesak di dada.

Lalu apakah perlu setiap hari kita mereviu kembali apa yang kita lakukan seharian ini? Ah, besok juga berulang lagi. Ah, besok juga gitu lagi.

Memang iya. Banyak yang harus melakukan rutinitas yang itu-itu saja setiap hari. Benar adanya, sangat mungkin semua-semua yang direviu di malam hari, akan terus berulang di hari yang akan datang, terus dan terus.

Namun juga benar adanya, ketika sesuatu dibiarkan terjadi begitu saja, bahkan terus berulang, akan memberi dampak. Kalau kita membiarkan hati dan nurani abai untuk hal-hal yang kita lakukan sehari-hari, kesalahan akan terasa menjadi biasa saja. Masuk kantor telat-telat sedikit mungkin membuat hati agak risau. Namun dilakukan setiap hari, jadi “ah, kemarin juga telat”.

Sebaliknya, demikian pula hati yang “diasah” setiap hari. Dia akan tajam dan sensitif. Apa-apa yang dilakukan seharian tidak memuaskan misalnya, atau ada hal jelek yang dilakukan, pasti akan membuat hati tidak nyaman. Dan nurani yang senantiasa dipelihara untuk mau  melihat ke belakang dan introspeksi, akan berujar : “jangan ulangi, besok harus lebih baik, bayar dengan berangkat pagi, bayar dengan senyum yang lebih ramah dan indah ke semua orang, besok adalah pembalasan dari apa-apa yang tidak kau lakukan dengan baik hari ini”.

Malam ini saya mereviu apa yang saya lakukan seharian ini. Dalam hati lirih berbisik, “Farid, kamu harus lebih baik lagi esok, jawablah semua tantangan dengan optimis, dan kepercayaan diri”.

Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *