menulis itu mudah

Saya sedang mengikuti diklat pelatihan menulis populer di kantor, narasumbernya semua jurnalis. Tentu banyak materi yang mereka sampaikan, mulai dari bagaimana menumbuhkan semangat menulis, teknik menulis, membuat lead, proses editing naskah dan mengubah tulisan ilmiah menjadi populer.

Saya akan ceritakan satu kiat untuk menumbuhkan dan menjaga semangat menulis yang saya terima di kelas. Narasumber menyampaikan, passion menulis seseorang dapat dilihat, dari mutu tulisan yang semakin baik dari hari ke hari. Tulisan yang baik, hadir dari ketekunan menulis setiap hari, konsisten dan ditambah dengan membaca banyak buku. Membaca banyak buku tidak hanya menambah pengetahuan namun juga menambah perbendaharaan kata yang bisa digunakan dalam tulisan yang dibuat sendiri. Semua ternyata berkaitan satu sama lain, saling sokong dan menguatkan.

Seseorang yang sudah pada tahap memiliki passion menulis misalnya, akan merasa ada yang kurang ketika tidak menulis. Jika menulis sudah menjadi kebutuhan dan dilakukan sehari-hari, maka ketika tidak dilakukan seperti ada yang hilang. Pertanyaan yang saya ajukan kepada narasumber: “bagaimana menumbuhkan passion yang seperti itu?”. Saya menulis blog sejak dari 2006 namun ya merasa biasa saja ketika ketika blog saya anggurkan beberapa bulan. Lagi-lagi jawabnya ketekunan. Bagaimana ketekunan terbangun? dari disiplin yang dijaga.

Cara menjaga kedisiplinan menulis contohnya dengan membuat tugas untuk diri sendiri. Menulis setiap pagi, selama seminggu. Tugas tersebut bisa jadi awalan. Tulis apa saja, bahkan ketika tidak ada ide. Tulis saja, “saat ini saya tidak ada ide bla bla bla bla”. Jangan lupa mengapresiasi diri sendiri jika target terpenuhi. Misalnya kalau bisa menulis terus dalam seminggu, di akhir pekan saya akan makan enak. Maka makan enak lah jika memang target sudah bisa dilaksanakan.

Memang benar, menulis sekarang seharusnya bukan hal yang sulit. Bagaimana tidak? seseorang bisa menulis dimanapun, di media sosial semacam FB, twitter dan blog. Semua sudah ada dan tersedia aplikasi yang bisa diinstal gratis di handphone. Kalaupun tidak mau dibagi dengan banyak orang, ada aplikasi notes, bahkan bisa mengirim email ke diri sendiri.

Bagi saya, terus terang apa yang disampaikan narasumber bukan semuanya hal baru. Maksudnya sudah banyak yang berbagi bagaimana kiat menulis yang konsisten, sekaligus berlatih membuat tulisan semakin baik.

Namun saya menemukan semangat baru. Semua narasumber yang menyampaikan materi, semuanya penulis dan jurnalis. Bagi mereka menulis adalah jalan hidup.

Jikapun tak bisa setinggi passion mereka, saya berjanji ke diri sendiri, setidaknya mulai sekarang saya harus menuliskan kisah hidup agar anak cucu kelak akan mengenal siapa sosok kakeknya.

Saya meninggalkan sesuatu untuk dikenang selamanya. Tulisan itu nyatanya memang akan abadi.

Ya seperti itu.

One Reply to “menulis itu mudah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *