kenangan puisi

dulu,
saya punya satu buku, ungu warnanya, jadi tempat curhat, tempat emosi tertumpah, dalam bentuk puisi.

jangan kemudian mengira saya jago bikin puisi yang puitis dan kata-katanya melangit. Tidak, saya tidak jagoan membuat puisi. Namun saya menemukan keasyikan tersendiri menuangkan dalam rangkaian kata dan dibuat seolah-olah indah.

sekarang,
saya tidak tahu buku itu ada dimana.
beberapa puisi yang tertulis di sana, saya sudah pindahkan di blog ini, terutama di awal saya mulai menulis di sini, tahun 2006 an.

seperti layaknya remaja, mahasiswa kebanyakan, puisi-puisi nya banyak bertema cinta. ya, sewajarnya saja seperti itu.

entah mengapa saya tiba-tiba teringat banyak kenangan masa lalu, teringat bagaimana kata demi kata dirangkai dan diuntai menjadi puisi. 
kenangan, seorang menasihatkan, muncul kembali sekarang biasanya bersebab, salah satunya mungkin karena rutinitas yang dilakukan sekarang membelenggu, membuatmu seperti hilang arah.

ah, mungkin benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *