Marah ke Tuhan

Acara Kobis (kongkow bisnis) Geronimo FM malam ini menghadirkan Mba Ida, pemilik snack Mekarsari.

Mba Ida cerita titik balik hidupnya adalah suatu saat ketika masih kerja di Batam, gaji 150 ribu dengan kerja shift 7-7. Berangkat jam 7 pagi pulang jam 7 malem. Berangkat jam 7 malem pulang jam 7 pagi. Dua minggu kerja katanya sudah seperti zombie.

Dari kerjanya yang seperti itu, Mba Ida merasa hidupnya kok susah sekali. Mba Ida piatu tak punya ibu dari kecil, sejak kecil juga hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Saat kerja gaji kecil, naek ontel dll.

Suatu malam, Mba Ida sudah merasa sumpek sekali. Dengan ontelnya, dia bersepeda ke sebuah tanah lapang. Di tengah tanah lapang itulah kemarahannya ke Tuhan dilampiaskan. Pokoknya semua unek-unek dan perasaan kecewanya ke Tuhan ditumpahkan. Sambil menuding-nuding ke langit.

Tanpa sadar Mba Ida tertidur di situ, bangun ketika mendengar adzan Subuh. Ketika bangun inilah Mba Ida baru sadar sudah “marah ke Tuhan” semalam. Merasa sudah bersalah karena “berani marah” ke Tuhan, Mba Ida siap menerima segala konsekuensi yang Tuhan akan berikan atas tindakan “sembrono”nya .

Beberapa hari kemudian, Mba Ida sedang berjalan-jalan ke sebuah daerah sepi di Batam. Membaca buku di bawah pohon. Dia mendengar seorang anak menangis. Ketika dicari ternyata ada anak kecil di sebuah gubuk ukuran beberapa meter yang terbuat dari bahan seadanya. Ada seorang ibu kurus dan kondisinya memprihatinkan. Mba Ida tanya, kenapa anaknya bu? Ibu itu menjawab: “sudah dua hari anak saya tidak makan mba”.

Seketika Mba Ida menangis, bekal roti yang dibawa dikasihkan semua ke anak itu. Sambil melihat anak itu makan, tangisnya tak terhenti.

Mba Ida membatin, inikah balasan Tuhan akan kemarahanku. Inikah yang Tuhan ingin katakan : “kamu baru punya masalah seperti itu saja sudah marah, itu ada umat manusia lain yang lebih susah darimu…”. Mba Ida berpikir betapa baik dan mesra nya Tuhan memberi jawaban. Bukan hal buruk yang diberi karena “sudah dimarahi”, Tuhan malah membukakan hatinya.

Dari kejadian itulah Mba Ida kemudian berjanji akan mengubah hidup dan akan membantu orang lain. Cita-cita Mba Ida jadi kaya dengan jadi pengusaha. Dengan harta yang dipunya, bantu orang lain yang butuh. Kaya tak sekedar mengumpulkan duit. Tapi bagaimana duit itu digunakan membantu orang lain.

Terharu sekali tadi mendengarkan sesi sharing Mba Ida. Mba Ida punya prinsip:

Kaya itu bukan seberapa banyak kamu punya duit, kaya itu bukan seberapa kamu punya properti.

Kaya itu, membantu orang, mereka yang merasa hidupnya meaningless, menjadi orang yang meaningful.

Oh iya, omset Snack Mekarsari sekarang miliaran rupiah sebulan.

Luar Biasa….

2 Replies to “Marah ke Tuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *