membaca pertanda

Dalam banyak hal, bahkan mungkin semua, ada pertanda yang muncul dan hadir mengiringi sesuatu yang terjadi. Pertanda ini semacam early warning dan memberitahu manusia bahwa sesuatu akan dialaminya.

Ada banyak contoh pertanda yang biasa dirasakan,  misalnya masalah kesehatan. Ketika seseorang merasa nafasnya terasa panas, maka itu pertanda sakit akan datang. Mereka yang abai akan itu, maka biasanya akan beneran sakit. Namun mereka yang membaca pertanda, bisa mengambil langkah pencegahan sebelum benar-benar sakit. Misalnya minum vitamin C, perbanyak minum air putih.

Katanya, pertanda orang mau meninggal dunia dialami jauh-jauh hari sebelum ajal menjemput. Silahkan bertanya ke Google apa saja tandanya. Almarhumah Ibu, jauh hari sebelum wafat, menunjukkan hal-hal yang tidak biasa. Saya sendiri tidak begitu aware, tetapi saudara-saudara saya menyadarinya. Pada suatu kesempatan beberapa waktu sebelum Ibu berpulang, adik saya yang kuliah di Semarang pulang ke rumah. Belum sempat melepas sepatu dan menaruh tas, adik saya disuruh Ibu untuk mengambil kain jarit yang baru dibeli Ibu, dua potong. Adik bercerita kalau Ibu berkata: “An, jarit e pas buat Ibu engga kalo Ibu meninggal nanti”. Dan setelah Ibu meninggal, mbak saya melihat lagi jarit itu, katanya motifnya tidak biasa, bukan seperti jarit yang dipakai sehari-hari. Motifnya besar-besar, tidak kecil-kecil seperti kebanyakan jarit.

Mungkin itu yang dimaksud membaca pertanda. Dua hari ini, adik bungsu saya harus dirawat di rumah sakit. Demam tinggi dan sedang proses diagnosa dokter. Jika hanya demam biasa dan bukan demam berdarah, karena sampai dirawat, mungkin adik saya kurang bisa membaca pertanda. Sinyal-sinyal mau sakit yang dikirim ke segenap bagian tubuh diabaikan. Hingga kemudian sampai ngedrop. Mungkin saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *