Mencari Nafkah

barusan ada kawan ngetwit, intinya kasian sama orang jualan bakso keliling yang harus tetap keliling walau hujan gede, rasanya pengen beli semua, satu gerobak biar bisa pulang dan tidak perlu kehujanan.

Mencari nafkah untuk keluarga bisa jadi alasan kenapa seseorang mau berkorban banyak dalam pekerjaannya, mau hujan-hujanan, pakaian kotor, jauh dari keluarga dll untuk dapat duit, dan akhirnya mencukupi kebutuhan-kebutuhan keluarga. Apalagi mungkin seorang pria memang wajib membiayai keluarganya, istri dan anaknya, juga mungkin orang tua dan keluarga lain yang tidak bekerja.

Namun demikian, nasib seseorang memang tidak sama dengan orang lain. Ada yang harus sangat keras bekerja, kuli bangunan misalnya, hanya dapat sekian puluh ribu sehari. Ada yang cukup duduk di ruangan AC, nyaman, tapi sehari dapat jutaan.

Rahasia Tuhan memang bagaimana seseorang akan menjalani hidupnya. Yang banyak orang nasihatkan adalah,  bekerja dengan ikhlas jujur agar rejeki yang didapat barokah, tidak memberi benih-benih tidak baik pada mereka yang diberi makan, dibiayai sekolah dengan duit hasil bekerja.

Nasib orang tidak ada yang tahu, hari ini bisa jadi kebingungan cari duit, esok hari bisa jadi jalannya lebih mudah. Roda berputar, dan manusia akan berubah seiring waktu. Tugasnya hanya terus berusaha lebih baik lagi dan lagi. Banyak yang bilang, kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya duit yang punya, seseorang punya standar bahagia sendiri – sendiri.

Kira-kira begitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *