Tukang Roti Keliling

Sejak hujan naik intensitasnya, terutama setelah Maghrib sampai malam hari, saya jadi langganan beli roti keliling, karena tidak perlu hujan-hujanan, tinggal nunggu mas-mas roti keliling lewat depan kos jam 8 an. Jam beredar yang konsisten, dan suara nyaring musik gerobaknya membuat beli roti jadi lebih gampang.

Saya biasanya beli beberapa sekalian, untuk 2-3 hari. Harga-harga yang dijual keliling saya kira tidak jauh berbeda dengan yang di toko. Sejujurnya saya bukan tipe pembeli yang cermat pada harga+kembalian. Saya jarang sekali, entah belanja dimanapun, menghitung kembali kembalian yang saya terima. Demikian pula kalau beli barang lebih dari 1 item, saya tidak pernah, atau jarang sekali menghitung ulang lagi total belanjaan saya. Sampai pada suatu malam, mungkin seminggu yang lalu, saya merasa harga roti yang saya beli dari mas-mas tukang roti keliling langganan sepertinya lebih mahal 1-3 ribu dari total yang seharusnya saya bayar. Karena belanjanya malam-malam, dan yang jualan juga menghitung manual tanpa alat bantu (kalkulator), saya diam saja ketika dibilang totalnya sekian. Saya bayar dan terima kembaliannya seperti biasa.

Sampai di kamar, saya iseng hitung ulang berapa total yang seharusnya saya bayar, dari stiker-stiker harga yang tertempel di plastik masing-masing roti. Benar saja feeling saya, saya membayar 2 ribu lebih banyak dari yang seharusnya. Tanpa bermaksud apa-apa saya bisa maklum kalau yang jual bisa salah hitung, karena mungkin memang jarang menjual roti dalam jumlah banyak sekalian, sehingga menghitung banyak tanpa alat bantu, di malam hari, pas gerimis, mungkin memang rawan salah. Apalagi harga rotinya tidak bulat ribuan, ada yang harganya 4800, yang menghitungnya bisa jadi bikin salah.

Saya berpikir, yang jualan pasti tidak sengaja memberikan harga total yang salah (tidak seharusnya), kalau iya, pasti dia sudah kehilangan pelanggan-pelanggannya. Namun saya lihat beberapa tetangga kos masih beli roti tiap hari pas dia lewat.

Saya jadi berpikir, sebetulnya hasil dari muter-muter jualan roti, dia dapat berapa yah? upah/keuntungan yang diterima tiap harinya? Saya sih hanya bisa berdoa, ya kalau-kalau saya belanja roti ke dia, dan bayarnya lebih dari yang seharusnya, bisa jadi tambahan rejeki buat dia. Positif thinking saja, toh cuma 1-3 ribu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *