Belajar bisa dimana saja, bukan?

image

Kemarin saat saya beli makan siang di warung langganan Grompol, saya mendapati hal yang jarang saya lihat sebelumnya. Seorang mahasiswa sedang membaca beberapa lembar kertas fotokopi seusai makan. Mulutnya komat-kamit, terlihat sedang menghapal sesuatu. Sepintas memang sengaja makan di warung dari kosnya, karena bersandal, bercelana pendek, dan memakai kaos. Bukan gaya habis dari kampus. Saya menebak dia mungkin sedang persiapan ujian tengah semester dan catetan teman satu kelas sudah dipinjem dan digandakan dalam bentuk fotokopian. Ujian tengah semester memang sudah mulai di beberapa fakultas dan jurusan di UGM.

Belajar menjelang ujian seringkali butuh kerja keras, dimana mahasiswa dalam waktu-maktu yang tidak biasa untuk belajar, harus dapat memanfaatkan sebanyak mungkin waktu untuk mengulang apa yang sudah dipelajari di kampus selama ini. Ini yang menjadikan seseorang bisa saja mengubah kebiasaan yang dilakukannya demi menambah durasi belajar, seperti yang saya lihat di warung makan itu. Saya sih berani bertaruh, kalau tidak sedang ujian, kayaknya engga mungkin yang sengaja makan siang di warung dari kos harus bawa lembaran kertas fotokopi dan dibaca saat makan. Hehe… atau jangan-jangan banyak yang gitu yah? Hehe.

Tempat dan belajar memang bisa jadi beda-beda bagi banyak orang. Ada yang cocok belajar dan gampang paham kalau belajar sendirian dan di tempat sepi. Maka banyak temen yang kalau sudah masuk waktu ujian, pintu kamar kos selalu tertutup, tidak menerima kunjungan tamu, apalagi temen kampus yang mau pinjam catatan untuk difotokopi.

Atau ada yang lebih senang belajar bersama, berdiskusi, mendengarkan penjelasan orang lain yang ternyata lebih cepat masuk otak daripada harus baca sendiri. Maka pilihannya adalah belajar kelompok. Biasanya sama teman-teman satu gank, atau sengaja minta ikutan belajar sama yang terkenal jago di kelas. Ya namanya juga usaha.  hehe… tipe-tipe ini lebih fleksibel memilih tempat belajar, bisa di kampus, di cafe, di bawah pohon, di bawah sinar bulan purnama.hahaha…

Namun yang satu ini jangan ditiru, ada mahasiswa yang mungkin sekedar iseng sekalian memanfaatkan peluang, atau mahasiswa yang ingin uji nyali+andrenalin, tempat belajar nya cukup di kelas, waktu belajarnya pun tak usah lama-lama… cukup 1-2 jam saja… kapan itu? ya pas saat ujian berlangsung… ya ini sih bahasa gaulnya nyontek :mrgreen:

One Reply to “Belajar bisa dimana saja, bukan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *