Oh Ternyata…

Saya penasaran, satu warung penyetan di deket kos selalu ramai. Selepas Maghrib sampai selesainya jam berburu makan malam buat anak kos, motor berjejer di warung yang tak seberapa luas itu. Mengapa ramai sekali yah? Rasanya mantap? Sambalnya joss? Atau porsinya banyak?. Namun rasa penasaran saya saya simpan dan tidak mencoba beli disitu, sederhana saja, saya males antri hanya untuk beli penyetan makan malam. Hehe.

Sampai suatu ketika, sore menjelang Maghrib, saya lewat jalan depan warung dan melihat belum ada pembeli karena warung baru buka. Inilah saatnya saya coba, otak segera memerintahkan tangan untuk menepikan motor dan parkir.

Saya pesan menu untuk dibungkus : telor, tempe tahu, dan tentunya nasi. Saya tanya berapa harganya, sembari menyiapkan uang puluhan ribu satu lembar. Luar biasa, harga total cuma 5 ribu saja. Oke, saya terus terang kaget. Untuk menu seperti itu plus ada sambal+lalapan lengkap hanya 5 ribu saja. Kalau di warung lain, mungkin sekitar 7-8 ribu untuk menu itu.

Saya seketika berasumsi, kalau mungkin ramainya warung ini karena harganya yang murah dan porsi tetap bikin kenyang. Mahasiswa memang pada kodratnya mencari makanan yang murah meriah, ramah di kantong, tidak membebani jatah bulanan, dan ini juga penting nih untuk anak, warung penyetan itu bebas biaya parkir. Parkir motor di Jogja udah 1000 rupiah coy. Lumayan itu dikumpul 5 hari, bisa dapet nasi telor tempe tahu :D.

One Reply to “Oh Ternyata…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *