Maha

jika Maha itu kata sifat yang “seharusnya” hanya punya Dia, sungguh berani manusia yang meminjam dan menyematkan di status diri, maha+siswa. siswa yang Maha. Maha entah karena sudah puluhan tahun sekolah sehingga dirasa wajar memakai Maha, atau sedang belajar hal sangat sulit, sehingga siswa saja tak bakal paham dan mengerti pelajaran itu, hanya maha+siswa yang bisa mengerti, mengambil makna dari pembelajaran yang berlangsung.

Layakkah Maha itu kita sandingkan pada status kita? maha+siswa tingkat akhir, sedang menyelesaikan tesis, yang entah selesai kapan.

begitukah?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *