ketekunan 1000 jam

Pada saat penerimaan pegawai baru di kantor, dimana saya menjadi salah satu peserta, terdapat kunjungan ke unit kerja di seluruh lingkungan kantor. Tujuannya adalah mengenalkan pekerjaan yang dilakukan di setiap unit kerja walaupun nantinya tidak bekerja di unit kerja tersebut.

Satu hal paling saya ingat adalah bertemu para kepala pusat (pejabat eselon 2) di setiap kerja. Bagaimana para senior bercerita karier yang mereka jalani sampai akhirnya menjadi pejabat eselon. Perjuangan masing-masing tentunya berbeda, namun mereka akhirnya sama-sama jadi pejabat. Hehe.

Ceritanya, ada salah satu kolega kantor yang saat itu jadi kepala bidang, pejabat eselon 3, memberi materi tentang peningkatan mutu individu. Bahwa setiap pegawai harus meningkatkan kualitasnya di kantor, artinya senantiasa belajar mendalami apa yang dikerjakan seharian di kantor. Dan beliau menyampaikan, harus disadari bahwa kemampuan masing-masing individu berbeda setiap orang, adakalanya seseorang dapat mempelajari sesuatu dengan mudah, adakalanya yang mudah itu, sesungguhnya sulit bila dilakukan oleh orang lain.

Namun ketidakmudahan dalam belajar, dapat dikalahkan dengan ketekunan. Beliau memberi masukan lainnya. Bagaimana bisa? Ya katakanlah untuk menamatkan belajar dan menjadi ahli dalam bidang tertentu, seseorang butuh 1000 jam. Nah, bagaimana skenario menghabiskan 1000 jam itu tergantung ketekunan masing-masing orang.

Misalkan, dalam sehari belajar 4 jam. Maka dalam seminggu (sabtu minggu libur) terkumpul 20 jam. 1000 jam akan dihabiskan dalam 50 minggu. Kurang lebih setahun. Namun jika sehari hanya mampu belajar 1 jam misalnya, maka hanya ada 5 jam seminggu yang digunakan untuk proses belajar sehingga berimbas pada 1000 jam harus dihabiskan dalam 200 minggu. 200 minggu itu katakanlah 4 tahun.

Namun jika bisa belajar katakanlah 5 jam sehari, yang berarti bisa sampai dengan 25 jam seminggu, maka 1000 jam akan habis hanya dalam 40 minggu saja, kurang dari setahun. Jadi ketekunan seseorang yang mampu belajar 5 jam sehari akan memberikan dan membutuhkan waktu lebih sedikit dari yang 1 jam.

Namun ketekunan belajar katanya tidak harus mengorbankan waktu untuk bersenang-senang. Misalnya sabtu minggu berhenti dulu belajar, nikmati hidup, masih bisa pacaran., masih bisa nonton pelem, masih bisa hangout dengan kawan-kawan.

Ketekunan 1000 jam, mampukah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *