The Power of Kepepet

Sudah jadi rahasia umum, dan praktik yang dilakukan banyak mahasiswa dari dulu sampai sekarang, yaitu sistem belajar SKS. Tentunya pelesetan menjadi sistem kebut semalem.  Intinya belajar semalaman saat besok paginya mau ujian. Begadang membaca puluhan lembar materi dan mengerjakan soal-soal tahun yang lalu dalam semalam.

Saya tidak tahu seberapa besar prosentase yang masih melakukan ini, namun saya kira masih banyak. Kebalikan dari SKS tentunya belajar sepanjang waktu, jadi tidak hanya di malam terakhir saat mau ujian. Tapi saya kok yakin yang model begini juga tidak banyak :mrgreen:

Jadi SKS itu saya kira mengandalkan apa yang selama ini dikenal dengan “the power of kepepet”. Pada saat kepepet, kekuatan tersembunyi seseorang akan muncul. Mungkin banyak yang bisa merasakan dan melakukan hal itu, sehingga masih banyak yang SKS.


Saya merasakan sendiri the power of kepepet kemarin saat ujian salah satu mata kuliah yang saya paling tidak bisa. Ujian hari senin dan masih ada tugas yang harua dikumpul pada saat ujian. Padahal weekend saya habiskan di rumah karena Idul Adha. Dan benar saja, malam senin baru sibuk kontak teman sekelas yang sudah mengerjakan tugas. Dapat kopian tugas, baru mengerjakan. Di malam itu ada pertandingan bola tim kesayangan. Akhirnya jam 11-1 malem untuk nonton bola. Mengerjakan tugas 6 soal, sampai jam 3. Sangat pede tidak belajar lagi sehabis menyelesaikan tugas. Kenapa? karena ujian open book. Meyakinkan hati belajarnya bisa saat ujian. Hahaha…. ujian skalian belajar. Toh kalaupun tak bisa kerjakan, masih bisa menulis dan menyalin apa yang ada di buku dan berharap walau jawaban salah masih dapat nilai ongkos nilai diketahui ditanyakan. Hahaha… saya engga tahu harus bangga apa malu.

Nah keajaiban datang saat ujian. Sempat bingung di 10 menit pertama karena sama sekali tidak yakin dengan satupun soal yang bisa dikerjakan, satu per satu jawaban tertulis juga di lembar jawaban. Entah apa yang memunculkan “the power of kepepet”  itu, namun saya merasakannya. Dan dari 7 soal yang diberikan, saya yakin 4 jawaban saya benar. Hahaha, lagi-lagi harus bangga atau malu. Engga belajar aja bisa ngerjain 4 soal, apalagi belajar… hahaha :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *