anak tangga

“hidup bagaikan roda, kadang di atas kadang di bawah” seringkali dipakai untuk menggambarkan hidup yang tak berjalan mulus dan mudah,seperti lancarnya menyusuri jalan tol di pagi buta. Dalam rangkaian segmen-segmen hidup yang dijalani,mau tidak mau manusia berhadapan dengan banyak pilihan hidup.  Pilihan hidup yang dipilih itulah yang menjadikan manusia berada di posisi bawah atau di atas. Intinya jangan salah pilih, kalau tak mau turun ke bawah.

Perjalanan hidup juga sebenarnya seperti mendaki anak tangga. Semakin waktu harusnya semakin tinggi anak tangga yang didaki. Semakin dekat tujuan yang ingin dicapai di puncak. Seperti menaiki anak tangga adalah juga reprensentasi dari “hari ini lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini”. Terlalu lama di satu anak tangga karena kelelahan mungkin bisa dimaklumi asal tak sering-sering. Dan jangan sampai selip dan jatuh ke anak tangga di bawah. Maka daripada menggebu naik tangga tanpa memperhitungkan resiko dan akhirnya bisa jatuh dan mengulang dari awal, ada baiknya menghela nafas sementara waktu. Melihat puncak untuk menyemangati dan melihat ke bawah untuk berkaca diri. Menaiki satu demi satu penuh percaya diri dan pribadi yang lebih baik di setiap jengkal langkah.

Mari menaiki anak tangga.  *ambil nafas* :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *