Siapa yang melihat?

Alkisah seorang fulan disuruh mengurusi kegiatan bernilai ratusan juta. Dalam pelaksanaan, si fulan me markup anggaran. Maen potong sana dan sini, puluhan juta masuk kantong dan uangnya digunakan menghidupi keluarga. Fulan yakin tak ada orang yang melihat perbuatannya. Fulan lupa, yang di atas sana melihat tanpa sedetikpun terlewat. Fulan lupa menghidupi keluarga dengan yang bukan hak nya seperti memberi sampah dan barang busuk untuk dimakan keluarganya.

Terbaca seperti pelajaran agama? ya mungkin saja. Bahkan yang tiap hari ritual menghadap Tuhan lima kali sehari sering buta oleh setumpuk uang yang tak seberapa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *