hujan

hujan mungkin salah satu kata paling populer yang dipakai di puisi, lirik lagu dan karya seni lain. Hujan memang memberi banyak “ilham” kepada hampir seluruh manusia. Hujan deras, penuh kilat, diselingi guntur, atau hanya gerimis dengan awan putih dan abu diantaranya, atau tentang tanah yang becek, bau khas tanah setelah hujan mengguyur, atau tentang pelangi yang dilukis dilangit dan bahkan tentang macet dan banjir.  Semua karena hujan dan jutaan kata hujan yang sudah tertulis di karya manusia sekali lagi menunjukkan kehebatannya mempengaruhi manusia.

Dan hujan hari ini sekali lagi menghadirkan kisah yang kembali muncul di otak sesorean ini. Hari rabu, ditemani hujan, aku mengantarmu untuk yang terakhir kalinya di waktu yang lalu.  Saat kubonceng dan kamu terdiam sepanjang jalan.  Hari terakhir dimana esoknya kau kirim pesan singkat di pagi hari yang pucat, “mulai sekarang aku pulang sendiri”. Itu seperti hujan intensitas dahsyat menerjang hatiku. Isinya porak poranda dan aku terisak bagai ibu yang menangisi rumahnya yang terendam banjir.

Ini tentang hujan yang mengingatkan aku padamu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *