melihat ke belakang

Apa yang biasa kita lakukan ketika kehilangan barang berharga yang kita punya?. Beberapa orang mungkin akan sedih, menggerutu, menyumpah dan ngomel. Seseorang yang kehilangan motor di kos, harus dimaklumi kalau kemudian menjadi sedemikian jengkel, curiga sama temen kos lainnya, marah,  emosi.

Minggu kemarin saya ke Jogja dan menginap di rumah seorang kawan kantor. kawan saya ini, beberapa bulan yang lalu tertimpa musibah. Motor matiknya hilang di kos. Kalau mau dipikir, memang agak aneh motor yang diparkir di bagian dalam kos bisa sampai hilang. Tapi apa mau dikata,  motornya raib digondol maling dan dan sampe sekarang tidak ketemu tidak jelas keberadaannya.  Bab motor hilang ini jadi bahan ngobrol seru antara saya dengan ibu temen saya ini.  Kata beliau,  kalau sudah hilang mau diapain lagi.  Diikhlaskan saja.  Jangan-jangan ilang itu satu petunjuk dari yang di atas.  Saya bertanya,  maksudnya gimana bu.  Mungkin anak saya sedang diingatkan sama Alloh,  jangan-jangan selama ini kurang sedekah.  Ada janji hutang yang terlupa tak dibayar. Beliau melanjutkan cerita, pas temen saya cerita motornya untuk pertama kali,  beliau langsung mengingatkan temen saya ini “ayo dinget-inget sedekah mu gimana selama ini…lancar engga… Ada janji engga sama temen…. “.

Satu pelajaran berharga memang, jangan-jangan kalau kita sedang tidak “bernasib baik”,  itu ada hubungannya dengan apa-apa yang sudah kita lakukan dulu kala. Merefleksikan hidup yang sudah kita jalani mungkin bisa jadi hal yang harus dilakukan sekaligus untuk pengingat serta pemberi jawaban andaikata hal yang terjadi dengan kita sekarang tidak sesuai dengan apa yang kita ingin dan targetkan..mungkin saja kan? …. Karena diantara kita,  termasuk saya seringkali lupa untuk melihat ke belakang…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *