Gulali putih

image

Aku kirimkan padamu foto langit sepanjang Kuala Lumpur – Jakarta. Lihatlah matahari sore hari berbagai sinar warna oranye pada awan-awan yang dekat sekali dengan jendela kursi 27F yang kududuki kemarin.

Kamu ingat? Ini adalah penerbangan ku yang kesekian kalinya. Semoga kamu juga tak lupa, aku tak pernah alpa untuk kirimkan foto-foto langit padamu? Ini adalah foto ke 38 yang kukirimkan.

Kecintaanmu pada foto langit membuatku selalu memperjuangkan satu hal ketika harus bepergian menaiki burung besi. Aku selalu ingin berada di samping jendela. Kamu lihat lah foto-foto boarding pas yang juga selalu kukirim. Aku ingat selama hampir 20 kali menaiki pesawat, hanya 2 kali saja aku tidak duduk di kursi A dan F. Dan foto langit sore ini, bukti kecintaanku padamu.

Seringkali kamu kirimkan sms dua kata saja. Gulali putih. Kamu anggap awan-awan bergumul itu gulali raksasa berwarna putih. Dasar tukang makan…aku ingat aku tak pernah setuju. Itu bukan gulali. Itu lebih mirip pohon-pohon pinus raksasa berdaun putih. Atau malah itu rangkaian negeri di awan.

Ah apapun itu, aku kirimkan foto ini dengan segenap rindu. Aku memimpikan kamu semalam. Kita duduk bersebelahan di kursi 7E dan 7F. Kamu menunjuk-nunjuk awan-awan itu dengan senyum dan gumam senang di bibir. Kita sedang menuju ke Paris. Berbulan madu.

2 Replies to “Gulali putih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *