Ini semua karena kamu

Kalau kamu mau tahu, kenapa aku berubah, jawabannya semua ini karena kamu. Iya kamu. Kamu yang menyebutku kekanakan karena seringkali marah dan jengkel karena hal sepele.

Kamu masih ingat?aku marah saat kamu pergi jalan-jalan dan aku tak kau ajak?masih ingat?aku bahkan mengingat tanggalnya, itu 28 juli tahun lalu. Kamu bilang aku kekanakan karena apa-apa iri dengan apa yang kamu lakukan.

Tahu apa yang kulakukan?aku membeli buku dan mencatat apa yang menurutku penting tentang kamu dan aku. Maka aku tidak bisa menuliskan apa-apa. Pikiranku malah teringat kamu menangis saat kumarahi dulu. Aku malah teringat kamu berurai air mata karena kudiamkan seminggu.

Maka karena itu aku mencatat tanggal itu dalam di hati. Hari dimana aku meyakinkan diri, aku selama ini jadi adik yang nakal ke kakaknya. Aku adik laki-laki yang sudah beberapa kali membuat kakak perempuannya menangis. Sementara kau tak sempat memberi ku marah dan benci. Kau beri senyum dan bersikap biasa. Kau luar biasa kakak, dalam hatiku berkata.

Ketika kemarin ibu cerita kau ingin pindah jurusan karena tidak kuat dengan yang kau hadapi, aku diam seribu bahasa. Aku yang tidak pernah kau bagi cerita serunya kuliah, tiba-tiba membayangkan ngeri kuliah yang akan kuhadapi tahun depan.

Aku memang belum menelpon dan melihatmu kak. Apakah senyum dan gerak tubuhmu yang seperti tidak ada apa-apa akan kulihat besok?aku menunggumu weekend ini, saat kau pulang dan membawakanku dvd film terbaru, seperti biasanya. Semoga 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *