1 jam saja

Manusia dikasih waktu 24 jam sehari. 24 jam ini bebas mau diisi dengan apa saja. Mereka yang kuliah, akan mengisi sekian persen untuk hadir di kelas. Sekian persen untuk menengok papan pengumuman dan bagian pendidikan. Persen yang lain untuk ke perpus, beli makan, pacaran, nonton tipi dan tidur serta beragam kegiatan lain.

Pak Habibie konon hanya tidur 3-4 jam sehari. Banyak waktunya dipakai untuk berkreasi entah dalam bentuk membaca buku, menulis ide, dan kegiatan yang lain.

Dalam sehari, seorang pejabat eselon 1 mungkin bisa 3 kali pindah tempat rapat dalam sehari. Seorang staf di bidang pemetaan mungkin bisa menghabiskan 4 jam kerjanya sehari untuk edit kontur dan topologi sebelum peta diserahkan ke bos dengan kualitas data baik sekaligus sudah di layout.

24 jam dalam sehari ternyata dapat diisi dengan sangat sangat banyak kegiatan entah itu terkait kerja, hobi atau yang lain.

Yang sempat saya sesalkan semasa kuliah adalah waktu 9 bulan yang saya perlukan untuk menyelesaikan skripsi. Pada awal pengerjaan, saya habiskan banyak waktu untuk kegiatan remeh temeh. Maen ps lah, keranjingan bola lah, kongkow-kongkow lah, banyak waktu terbuang untuk hal tidak produktif tapi menyita waktu.

Hari selasa minggu lalu, seorang dosen mengirim draf paper nya untuk dibaca dan dikomentari. Dua hari kemudian, saya tahu kalau dia sedang sibuk membuat sesuatu terkait gempa jepang sebagai bentuk apresiasi pernah mendapat biaya riset dari jepang. Saya? Dari selasa minggu lalu ditugasi untuk bikin abstraksi beberapa ide terkait kawasan perbatasan. Deadline sudah lewat dan tulisan belum selesai. Saya masih selamat karena belum ditagih saja. Kalau ditagih besok pagi misalnya, saya mungkin hanya bisa membual dan memberi banyak alasan. Kenapa belum selesai?saya terlalu asyik bermain android dan baca novel. Memalukan?tentu saja.

Saya percaya, kita sebenarnya diberi perasaan dan pemikiran super canggih dari Tuhan. Kalau kita membuang waktu percuma, dan sebenarnya ada deadline lain yang harusnya diselesaikan lebih dulu, maka tanpa harus diperintah, hati merasa tidak enak, pikiran jadi kemana-mana. Itu sebenarnya kode yang bisa direspon dengan tindakan positif dan negatif.

Saya kesulitan mengistal autocad seri terbaru di komputer kantor sejak dua minggu lalu. Alih-alih harusnya bertanya pada teman satu ruang dan akan selesailah masalah itu dalam waktu mungkin tak lebih dari 30 menit, saya asyik melakukan banyak hal tidak produktif lain. Waktu saya banyak terbuang percuma.

Banyak teman sma dan kuliah yang sudah sekian langkah berada di depan. Kesuksesan selalu tidak jauh-jauh dengan pribadi unggul, tekun bekerja, belajar dan pandai menggunakan waktu. Banyak orang sudah membuktikan, bahkan orang-orang terdekat. Jadi ketika sekarang teman dan kolega terus melangkah ke depan dengan sangat baik dan menginspirasi banyak orang. Sesungguhnya saya mungkin bisa. Kalau dosen dan kolega bisa bikin 2 paper dalambseminggu, sebenarnya kalau waktu seminggu saya pakai dengan baik, saya mungkin bisa melakukan hal yang sama.

Penyesalan itu hanya teman mereka yang gagal menggunakan waktu dengan baik. Saat hati dan pikiran sebenarnya selalu terjaga dan mengetahui sudah sedekat apa diri dengan penyesalan, waktunya untuk mengatur dan memanajemen penggunaan waktu dengan baik.

Cerita dari seorang senior saat saya masuk kerja awal 2010. Untuk jadi ahli dalam sebuah hal anda perlu 1000 jam belajar. Jika anda belajar 1 jam sehari, anda butuh 1000 hari. Itu kira-kira 3 tahun. Jika belajar 2 jam sehari berarti 500 hari. Hampir setahun setengah. Jika belajar 3 jam sehari, sabtu minggu tidak belajar dan bisa diisi dengan nonton bioskop, pacaran, family time, hanya butuh waktu setahun. 1 jam, 2 jam, 3 jam itu selisih 1 jam saja. 1 jam kalau maen bola di ps, mungkin 3 pertandingan saja. Tidak terasa. Tapi 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun tentu terasa bukan?. Padahal kalau bisa selesai setahun, ada 2 tahun ‘free’ yang bisa digunakan untuk banyak hal lain dan mendapat ilmu baru lain.

Jangan pikir mereka yang sudah punya banyak buku, puluhan artikel, jurnal itu tanpa perjuangan. Mungkin disaat saya maen ps dari jam 10 pagi sampe 3 sore saat senggang, mereka sudah menyelesaikan 1 artikel. Jangan-jangan saat kita memilih nonton sinetron dari jam 6 petang sampai jam 10 malem, mereka habiskan untuk membaca buku, mencari bahan di internet dan mengupdate pengetahuan.

1 jam ternyata menentukan untuk masa depan

One Reply to “1 jam saja”

  1. ngoprek ngoprek android ga masalah mas, siapa tahu bisa bikin applikasi mapping di android, konon ada android yg gps nya mili meter accurate.

    Kalau malam malam saya terbangun dan lihat status teman2 fb sedang ngerjain riset ini itu, membaca/menulis ini itu rasanya saya menyesal telah tidur dari jam 9, tapi malam berikutnya mata sudah ngantuk lagi pada jam 9. hehehe

    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *