Kipas angin

Kebiasaan tidur sejak kuliah terbawa sampai sekarang. Kalau tidur kipas angin harus nyala. Gerahnya malam memang tak sekedar bisa disiasati dengan hanya memakai celana pendek saja saat tidur tanpa pakai kaos.

Enak kali ya kalau sudah punya rumah. Bisa pasang AC dan setel pengatur suhunya di 22 derajat celcius. Berhubung ini masih ngontrak, ya terpaksa masih pakai kipas angin. Kipas angin sakti yang dibawa dari jogja alias sudah dipakai sejak masih mahasiswa.

Sebenarnya (mungkin) tidak bagus kalau tidur kipas anginnya tetep nyala. Saya sering bangun pagi dengan kondisi tubuh ‘aneh’ karena kesemprot angin dari kipas angin secara langsung. Padahal pas mau tidur, kipas angin sudah distel ke kekuatan paling rendah dan tidak menghadap kasur. Jadi sekedar biar ada sirkulasi udara saja.

Tapi entah kenapa, ketika bangun, kipas angin sudah menghadap ke tubuh yang sering kali topless :mrgreen: . Jadilah kemudian kembung dan sedikit pusing-pusing. Untung dihajar air hangat atau tes manis anget biasanya langsung back to normal again.

Tapi walau begitu, saya belum kepikiran untuk mematikan kipas angin saat tidur. Gerahnya mlam bisa mengusik nyenyaknya tidur…

*posting ga penting, mohon abaikan 😀 *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *