2010

kamu menenteng kameramu. padaku kau tunjukkan rintik hujan yang berlompatan terkena payung warna ungu yang tak sengaja kau bidik kemarin. indah sekali, aku harus mengakuinya. hujan kemarin tergambar lebih kalem dari yang sebenarnya. tak kulihat kilat dan hitam langit, gadis berambut panjang berpayung ungu yang kau foto dari belakang itu mengalihkan semuanya.
—-
siluet pagar rumah di pagi hari itu, seolah ingin kau tampilkan untuk keangkuhanku. untuk hashtag #kode dan #nm yang sering kutulis di twitter yang kau balas dengan puisi dan sajak indah. aku tidak sedingin itu. aku bukan pagar hitam kaku, aku sebenarnya matahari yang kau tangkap sinarnya itu. menyinari keras kepalamu yang mengharapkan dia. aku tahu, di dalam hatimu, dia yang sering kita bincangkan lebih dari yang sering kau ceritakan mulut mungilmu. mulut bisa berbohong, hati tak akan bisa, sayang sekali dalam hatimu tak terbaca, tapi refleksinya terlihat dari gerak tubuhmu, dari senyummu yang tersungging saat melihatnya, itu di bawah sadarmu…kau tak dapat menutupinya
—-
dan dia kau gambarkan bagai burung oranye yang bersayap. burung warna cerah yang kau anggap berani. kau mungkin terlena akan matanya yang tajam, suaranya yang merdu saat kicau di pagi hari, atau sayapnya yang lebar itu seolah memberi aman dan nyaman saat hujan?…tapi kau lupa, dia kau gambar tak berkaki. dia mungkin terbang dan hinggap di sampingmu. tapi tak bisa dia mengiringimu berjalan di setapak rindang yang kau tempuh tiap pagi. jangan-jangan kau bermimpi kawan. bangunlah.
—-
mungkin kau benar-benar sudah lupa. ada yang kau tak gambarkan dalam tajam lensamu selama satu purnama kemarin. kau lupa menggambar ruwet dan macetnya jalan sepanjang pulang dan dengan siapa melewatinya. kau mungkin lupa akan canda tawa yang mengiringi laju sepeda itu. kau tak ingat ratusan sms yang terkirim untukmu. mungkin kau lupa akan panggilan tak terjawab yang membuatku geleng kepala tak habis pikir. kau mungkin lupa. dia mungkin mencoba lupa dan berlalu. tapi aku ingat. karena aku melihat kau dan dia berjalan bersama berbagi payung di rintik hujan sore itu. kau mungkin tak ingat, tapi aku mengenangnya.

One Reply to “2010”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *