Tidak Sempurna

Ketika kemarin ada ribut-ribut, terlihat semua wajah-wajah mereka yang selama ini tertutup topeng. Mengerikan sekaligus memprihatinkan. Kulihat Si A ternyata bermuka hijau. Topengnya yang berwarna ungu melenakan mata sehingga tertipu selama ini. Si B, ternyata jauh lebih cantik dari topeng yang dipakainya. Topengnya memberiku nuansa tidak bersahabat, ketus, sadis. Setelah kemarin topengnya dilepas, wajahnya putih bersih. Senyumnya mengembang seindah bibirnya yang tipis merah muda. Topeng yang ada di muka nya selama ini ternyata hanya pemberian orang-orang sekitar yang tidak rela wajah putihnya terlihat diantara warna-warna sendu, pucat dan palsu orang-orang itu.

Kita memang hidup di dalam ketidaksempurnaan. Tentu ada kurang dan lebih, baik dan duruk, karena memang tercipta yang demikian dari yang membuat hidup.

Peristiwa kemarin mengurungkan niatku memakai topeng. Topeng besar yang kubikin setahun ini, tapi belum aku pakai. Yang kubikin dengan serius dan usaha agar wajah topengku terlihat sempurna dan memuaskan semuanya.

Tapi apalah artinya semua ini. Aku prihatin dan miris melihat mereka memakai topeng dan kemudian menari dalam kebohongan. Kenapa aku harus juga memakai topeng untuk menutup apa yang tidak sempurna dalam diri.

Saya kemarin tersenyum kecut, seseorang berkoar tentang idealisme dan pengharapan serta kejujuran. Bicara muluk dan seperti hendak terbang ke langit. Tapi dia tidak mau mengaku, kentut nya yang bau itu yang membuat seisi ruangan ini seperti tempat sampah.Kasihan.

2 Replies to “Tidak Sempurna”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *