10 November

Seorang kawan berbagi status FB pagi ini,

Dan semua tentang obama, hari pahlawan seolah dilupakan

kami kemudian berbagi komentar, saya memberi gurauan, “saya tadi upacara lho, pake seragam kebesaran pula”. Teman membalas “dan mungkin hanya upacara “rutin” yg tersisa buat mereka :)”. Ya, kedatangan Obama memang menghiasi semua media massa dan jejaring sosial terutama dua hari ini. Fakta ini memang bisa menjadikan banyak orang kemudian kecewa karena hari pahlawan seolah tiada harganya untuk dimuat di media massa. Obama malah mengungkapkan kegembiraannya bisa datang ke Indonesia pas hari pahlawan, saat kita mengingat darah dan keringat yang sudah dicucurkan oleh para pahlawan pendahulu kita. Mungkin memang kunjungan Obama istimewa. Bagi mereka yang suka, inilah masa yang dinanti. Bagi yang tidak suka, maka lihat saja keluhan mereka di banyak tempat btebaran. Bagi yang netral, ya sesekali menonton untuk melihat Obama pidato dan preskon. Saya sih tipe ke empat, yang penting status di twitter update terus, biar dikira gaul….haha

Saya jadi mikir, apa memang orang kita sudah kehilangan rasa bangga dan penghormatannya pada pahlawan yang menjadikan negara kita merdeka dan kita bisa menikmati banyak kemudahan. Ah, setidaknya saya melihat banyak orang yang engga ikut upacara tadi di kantor. Saya tanyakan kepada yang tidak ikut upacara, apakah masih mengingat pahlawan?. Ironis sekali kalau upacara sekali setahun ini dilewatkan karena kita lebih memilih tidur lebih lama dari biasanya *tunjuk hidung sendiri..haha*

3 Replies to “10 November”

  1. Wowww.. sudah jadi fenomena nampaknya.. kondisi para abdi negara yang semakin sedikit kuantitasnya untuk mau berdiri tegap, menatap kibaran bendera di bawah teriknya mentari, menyanyikan lagu kebangsaan, sejenak merenungi akibat dari perjuangan para pahlawan..

    Sedikit cerita.. kala saya sedang bersiap memulai upacara di lapangan, partner sebelah saya, yang bersemangat untuk tetap upacara di usianya yang tidak lagi seenergik kita, mengeluh.. karena putranya pagi itu tidak upacara (sekolahnya tidak mengadakan upacara), beliau lebih sedih lagi waktu tahu bahwa anaknya tidak hafal lirik lagu indonesia raya..

    weww… mo jadi apa negara indonesia di masa depan ya bung farid? any opinion? apa fenomenal seperti ini cukup bisa menjelaskan atau meramalkan kondisi bangsa tercinta…

    *beuuhhh ini komen jadi brasa bikin postingan bertema nasionalisme gini.. mana pake acara nanya.. haha.. yang penting eksyiiyy.. okidokiii 😉

  2. kalau mau jadi apa negeri ini, saya tidak engga tahu jawabannya. Tapi apa-apa yang terjadi, terutama yang jelek-jelek, jika terus dibiarkan, ya lama-lama kapal ini akan karam juga 😀

    *akhirnya kemarin ketemu :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *