Sepatu Baru

Kakiku belang. Bekas-bekas sandal gunung usang yang kupakai setiap hari berangkat dan pulang kantor semakin kentara saja. Dua garis bertemu diantara jempol dan telunjuk kaki. Saya memang gemar bersandal. Di kantor, saya bersandal hampir sepanjang hari.

walau sebenarnya, sepatu yang saya tinggal dikantor ada dua. Saya tinggal karena malas kalau pulang hujan bisa menghampiri sesuka hati, dan sepatu-sepatuku asah kuyup dibuatnya. Satu fantopel hitam dengan hak, yang jikalau saya berjalan diatasnya berbunyi nyaring sekali, plok plok plok. Ini yang membuat saya tidak betah berlama-lama memakai fantopel. Jalan kakinya seperti perempuan memakain stilleto hak tinggi 8 cm, berisik dan seperti mencari perhatian.

Sepatu yang satu sebenarnya tidak berbunyi ketika saya pakai. Tapi itu sepatu survei yang tingginya mungkin 5 cm di atas kaki. Tentu ribet memakai sepatu setinggi itu sepanjang hari di kantor.

Maka saya putuskan bersandal kemana-mana. Kecuali dipanggil rapat, maka dengan cepat berganti sepatu. Melihat semakin tidak indahnya kaki saya dipandang, saya putuskan membeli sepatu baru.

2 Replies to “Sepatu Baru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *