Selamat Bertugas

Naukenjerai, Merauke suatu siang. Saya memang harus menyusuri jalan aspal, jalan tanah, jembatan kayu, susur pantai untuk bisa sampai ke kantor kepala distrik. Distrik kalau di jawa adalah kecamatan. Saya hitung 4 kali saya hampir jatuh dari motor karena ban motor saya masuk ke dalam pasir agak dalam.  Tapi saya senang, kantor distrik ini masih buka. Setidaknya masih ada harapan, pengesahan peta dan toponimi bisa dilakukan dan diselesaikan hari ini.

Saya melihat sekitar 10 orang bercakap-cakap sambil berdiri di depan pintu masuk. Sekilas saya lihat seorang aparat TNI yang mengenakan kaos loreng, celana loreng. Ada motor trail khas TNI yang terparkir tak jauh dari motor saya. Yang lain orang-orang berseragam coklat, seragam pegawai distrik. Saya memberanikan diri melempar sapaan, dan menanyakan keberadaan kepala distrik. Ternyata ada. Seorang wanita. Satu-satunya wanita berjilbab dalam kerumunan orang tadi.

Singkat kata, acara ramah tamah perkenalan sudah dilewati. Bu kepala distrik bertanya, ini petanya bisa untuk lihat daerah mana yang banyak airnya tidak mas? Disini sulit air, mau bangun rumah bingung. Saya sampaikan tidak bisa. Bu kepala distrik tersenyum. Dia memang baru pindah, bahkan baru dilantik seminggu lalu dan belum sertijab dengan kepala distrik lama. Pantas jika dia masih mengendarai motornya dari rumah di pusat kota Merauke sampai kesini. Jalan yang saya anggap cukup berat juga jika harus dilalui setiap hari. Jalur yang hanya bisa dilalui motor, karena jalan setapak tanah selebar 50 sentimeter yang menghubungkan daerah demi daerah di sana jelas tidak mungkin dilalui mobil.

Ini adalah cerita heroik kesekian yang saya dengar dan saya bisa rasakan langsung di Merauke. Medan dan kondisi lapangan yang kadang masih harus dilalui dengan debu beterbangan dan rawa di kanan kiri memang keseharian yang mungkin tidak lagi jadi penghalang untuk mereka, kepala distrik, TNI, Polisi, dan pegawai pemerintahan untuk mengabdikan diri pada negeri ini.

Maka itu, ucapan yang saya sampaikan pada mereka bukan terima kasih. Bukan itu. Bukan pula maaf merepotkan. Tidak, tidak kalimat itu. Tapi ucapan selamat bertugas. Ucapan yang saya sampaikan betul dari dalam hati saya yang terdalam. Saya tundukkan kepala dalam ke dada, sebagai hormat pada mereka yang tidak menyerah pada keadaan untuk memajukan negeri dengan menyumbangkan tenaga, keringat dan pikiran mereka pada negeri ini.

Selamat bertugas!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *