Ibu Bapak

Siapa dua orang yang paling berjasa, paling berarti dalam hidupsampai saat ini, tidak lain tidak bukan adalah orang tua. Ibu dan Bapak saya. Sebuah cerita yang seharusnya saya malu ceritakan, akan saya bagi.

Minggu kemarin, saya ke Jogja karena beberapa alasan. Selain untuk ikut kuliah umum dosen saya, sejujurnya saya ingin tamasya, refresing. Mumpung ke Jogja, maka saya niatkan memang looooong weekend kemarin untuk ke Jogja. Artinya apa? artinya adalah saya tidak mudik ke rumah untuk bertemu keluarga saya.

Seminggu sebelum long weekend, saya sakit, ada infeksi kecil di salah satu anggota badan. Setelah priksa, saya ceritalah ke ibu saya kalo saya sakit, tapi sudah berobat. Dan sekalian pamit, karena engga pulang ke rumah tapi mau ke Jogja. Saya sendiri sudah hampir dua bulan tidak pulang ke rumah. Ya karena libur akhir pekan biasa cukup mepet waktunya kalau harus mudik, maka itu ritual mudik biasanya dilakukan kalau jumat libur, sehinga waktu ke rumah agak longgar.

Oke, ibu saya khawatir something serious happened to me, tapi saya bilang kalo emang engga ada yang harus dirisaukan, karena luka infeksi ini udah ditangani sebagai mana mestinya (ke dokter).

Dan alangkah terkejutnya saya, saat jumat siang, ibu saya sms kalo ibu, bapak, mas , dan adik saya ada di Jogja. Untuk? nengokin saya. Purbalingga – Jogja, 5 jam perjalanan. Dan hari sabtu pagi keluarga saya sudah balik lagi ke rumah karena bapak saya akan dinas luar kota.

Well, saya speechless luar biasa. Kasih orang tua memang sepanjang jalan….sepanjang jalan….dan kasih anak? Saya lebih memilih tamasya ke Jogja daripada pulang ke rumah… *nangis di pojokan 🙂

Sungkem kagem Ibu, Bapak….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *