Simple

Do you think, this life is simple, simple as you wish?. Yes, i’ll answer it YES for sure. I wrote on my facebook yesterday, “it’s so simple. As simple as i take my glass, get fresh water, and then drink it. Yes, just as that simple… :)”.

Minggu kemarin, seorang teman saya mematikan hape nya selama seminggu. Well, sebagai teman saya mengira bahwa hapenya rusak. Tapi saya salah, dia katanya sedang ingin sendiri. Oke, tidak ada yang perlu dirisaukan. Tapi ternyata, efek dia mematikan hape jadi merembet ke saya. Kenapa? Karena saya teman dekatnya, banyak temen yang nanya ke saya, itu lagi kenapa sih? itu lagi marah ya? lagi marahan sama kamu ya? what?????????? *menghela nafas.

Saya amati teman saya ini memang sedang ingin sendiri. Ya, setidaknya saya lihat dari kesehariannya yang berubah. Satu pernyataan paling menohok adalah ketika seorang teman berkelakar, dia pengen menjauhi kamu tuh….liat aja…… What? *tambah shock…..

Ternyata hidup tidak bisa se-simple yang saya bayangkan. Masalah matiin hape saja bisa berefek bukan hanya pada yang punya hape. Tapi kepada temen nya yang punya hape.

Saya men-deactivate akun FB saya dari hari kamis sampai minggu. Sms yang masuk ke hape saya kebanyakan bertanya, ada apa ndut?. Ndak ada apa-apa saya bosen maen FB mulu, mau melaksanakan sesuatu yang beda. Dan satu komentar mengena di hati adalah, wah yang sedang patah hati….. *nangis di pojokan.

Saya jadi bingung sekarang, jangan-jangan kita memang sudah tidak murni lagi milik kita, kita sudah dimiliki orang lain. Kita sudah tidak bisa sesimpel minum air.

Seorang sabahat saya menasehatkan, use everything wisely. Yang saya tangkap saat ini adalah, jangan matikan hape, karena yang bakal ribet bukan cuma kamu, tapi juga buat temen mu. Jangan deactivate akun FB, kasian kalo ada yang mau liat album foto yang kebetulan banyak foto temen.

Oh no….this is not as that simple….damn!!!

4 Replies to “Simple”

  1. well, yes it’s not that simple. to be honest, aku juga merasakan ketidakpraktisan hidup sebagai makhluk sosial. jadi, mau apa-apa harus memikirkan tanggapan orang lain yang akan muncul nantinya. pengen cuek tapi hati gak sanggup (huahahaha bahasane nggilani).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *