Alone

Kamu,

ada tapi tiada.

Dalam hingar bingar senyum dan tawamu,

sesungguhnya kurasakan aku sendiri di sini.

Tawamu itu semu, perhatian mu terlihat dipaksakan.

Aku memikirkan tentang kita semalaman.

Tentang bagaimana seharusnya kita melewati setapak ini dengan baik.

Sampai akhirnya,

Aku niatkan untuk meninggalkanmu.

Iya, jangan kau heran ketika kau rasakan aku tidak bersama mu lagi.

Jangan kau juga bingung, aku tidak lagi sering melihat mu, mencuri pandang padamu dan kemudian tertawa tersenyum.

Aku ingin sendiri saja,

Bukan apa-apa

Bukan juga dibuat-buat

Aku takut,

ketika saatnya nanti tiba,

Saat kamu akan meninggalkanku,

maka hanya ada lemah dan jengah

Aku tak mau itu

Maka itu,

Saat ini kuniatkan

Aku meninggalkanmu

Ijinkan aku menjalani setapak ini dengan langkah dan derapku sendiri.

Aku masih bisa melihat mu di sana, di seberang jalan itu.

Kau tetap tersenyum seperti biasa.

Kau tetap sibuk sendiri, juga seperti biasa.

Aku tahu, ketika aku memilih pergi,

Tak kau rasakan sebenarnya aku pergi,

Karena aku sebenarnya tidak pernah dekat denganmu,

Itu mungkin yang ada di pikirinmu.

Cbn, 2:21 P.M

20 April 2010

pic courtesy: here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *