Tanggung jawab

Tanggung jawab memberikan energi positif yang luar biasa. Ini saya rasakan sendiri, setidaknya dua minggu terakhir. Bos di kantor memberikan banyak tugas yang sedikit banyak membutuhkan perhatian ekstra. Karena tugas itu saya harus membaca buku-buku tebal, mendownload paper, berkunjung ke bagian lain di kantor untuk bertanya dan kemudian menuliskan apa-apa yang saya dapat. Tulisan itu yang kemudian saya serahkan kepada bos saya.

Di kos, saya bisa tidur sampai jam dua pagi dan bangun jam lima pagi untuk mengetik dan menulis. Kantuk mungkin masih ada, tapi sejauh ini tertutupi oleh senangnya hati menyelesaikan tulisan (sudah teredit) dan sudah selesai membuat sketch-map. Ini yang saya namakan energi positif.Sejauh ini kondisi kesehatan tetap terjaga..alhamdulillah…

Seorang kawan menasehatkan, jangan gunakan waktu “pribadi” mu di kos untuk mengerjakan tugas, gunakan waktu itu untuk bersenang-senang. Selesaikan tugas kantor hanya di kantor, kalau bisa.

Saya sejujurnya sependapat dengan pandangan itu. Sebisa mungkin, tugas kantor, diselesaikan di kantor tidak dibawa ke rumah. Namun sayangnya, saya tipikal pekerja malam. Saya akan sangat bisa konsentrasi dan mengetik banyak kata di malam hari, ketika jangkrik berderik dan segelas milo hangat menemani (lebay dot com :mrgreen: ). Sehingga waktu di kantor, tidak saya gunakan untuk menulis dan mengetik, saya habiskan untuk download yang harus saya baca dan kompilasikan dalam tulisan saya.

Satu hal yang nyata terjadi dan saya anggap itu sebagai bentuk melunasi tanggung jawab yang memang saya harus laksanakan adalah, saya mengurangi banyak waktu saya untuk chatting dan browsing forum bola ketika di kantor. Ini saya anggap adalah prioritas-prioritas pekerjaan yang harus saya lakukan. Bisa jadi, sebenarnya, chatting dan browsing itu tetap saya lakukan. Tapi ternyata, saya sudah mulai merasakan tidak enak hati. Saya mempunyai dosen yang seringkali bekerja dan belajar hingga larut malam. Berbalas email dan berdiskusi hingga malam menjelang pula.  Dan beliau menikmati itu sebagai resiko pekerjaan. Saya tidak melihat, setidaknya sampai saat ini, saya orang yang tidak bisa membagi waktu karena harus melaksanakan pekerjaan kantor di kantor dan di rumah. Saya anggap, saya harus menyediakan banyak waktu ekstra untuk menjadi anak baru yang unggul, yang punya kemampuan yang bisa dipercaya bos untuk mengerjakan sesuatu bahkan dengan tenggat yang sangat pendek. Dengan belajar, belajar dan belajar. Ini saya namakan memenuhi tanggung jawab dengan cinta…..entah apa pendapat teman-teman semua….

note: gambar dicomot semena-mena dari google (keyword : drawing map)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *