Bahasa


Saya seringkali tertegun, di rumah saya nun jauh di sana di Purbalingga, anak-anak kecil bercakap dan bercengkrama dengan bahasa Indonesia.

Suatu ketika, ketemu teman di mal di jogja sana, temen SMA. Dan akhirnya berbincang dengan bahasa Indonesia.

Di kantor, saya tertegun dan kadang sering bingung, para wanita mengobrol dengan asyiknya memakai bahasa sunda. Saya seringkali atau bahkan selalu tidak mengerti.

Kapankah kita harus menggunakan bahasa Indonesia? Kapankah kita harus menggunakan bahasa daerah? Saya khawatir…saya akan perlahan melupakan bahasa ngapak karena terlalu sering lidah ini berucap dengan bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan sekarang mengenal bahasa sunda…

Hanya sekedar berbagi ide ringan.

Selamat hari selasa kawan. Cibinong mendung siang ini, namun terik matahari nya tidak berhenti menyengat kulit.

2 Replies to “Bahasa”

  1. setuju mas, kulo nggih kadang kaget, neng kotane nyong dewek, akeh sing ra nganggo basa ngapak. hahaha..
    conto sing paling sering tek temoni mas, pas lagi ijol2an nomer hape.. hahahha..
    si A : Berapa nomor hape kamu?
    si B : kosong delapan lima tiga dua tuju sekian sekian..
    udu “nol wolu lima telu loro pitu semene semene”. hahaha..
    ya kaya kue lah,

    btw lagi njajal gawe sing aneh aneh mas..

    http://afitsetiadi.com/2010/04/kompak-kaos-komik-ngapak/

    😀

  2. sering juga saia jumpai, orang di Jogja pake bahasa Indonesia, saia sendiri di kantor pake bahasa Jawa.

    saia rasa penggunaan bahasa tergantung dari situasi dan kondisi yang ada. dan yang terpenting bahasa adalah bagian dari komunkiasi, supaya tujuan komunikasi yakni menyampaiakn informasi dari komunikator kepada komunikan menjadi lancar, maka perlu menggunakan bahasa yang antara keduanya (komunikator dan komunikan) sama-sama paham

    CMIIW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *