Teman dan Sahabat

Kita, atau saya mungkin lebih tepatnya, seringkali membedakan siapa teman siapa sabahat. Definisi teman dan sahabat yang saya peroleh dari kecil hingga sekarang relatif sama, walau ada perubahan redaksional, tapi sepertinya tidak mengubah makna. Siapa teman? Siapa Sabahat? Apa pentingnya pula dibedakan antara teman dan sahabat?.

Seiring berjalannya waktu, saya semakin bisa mengenali, dengan siapa saya akan cocok untuk mengobrol santai. Saya akan bisa ngobrol santai dengan orang tipe A. Saya puas berdiskusi habis-habisan dengan orang tipe B. Saya akan senang sekali menikmati hang out tengah malah dengan tipe H, tipe M, tipe H lagi, tipe A, tipe F. Haha, anggap saya itu inisial-inisial mereka yang saya sering hang out bersama.

Tapi apakah A, B, H, M, F itu teman saya? atau sahabat saya? Atau bahkan tidak kedua-keduanya?. Tidak usah dipusingkan, karena itu menurut saya sangat sepele. si W misalnya, sudah saya anggap lebih dari sekedar sabahat. Dia saudara saya, kakak sekaligus adik, misalnya. Namun bisa saja W menganggap saya hanya teman satu ruangan saja, misalnya. Jadi apakah kemudian si W itu bukan sabahat saya? bukan teman saya? karena si W tidak menganggap saya sebagai apa-apa?.

Saya terus terang tidak ambil pusing dengan apa arti teman dan sabahat. Saya tidak ambil pusing apakah A itu teman, B itu orang lain, C itu sahabat, D itu inilah itulah, E itulah inilah. Saya hanya tahu, ketika kemarin saya sedang pusing jadi ketua kelas di prajab, sebagai contoh, maka si M dan si W adalah orang-orang yang mengirim sms tengah malam sekedar berkata, teman, jadilah pemimpin yang baik, pemimpin yang kuat dan tidak mudah marah, saya ingin melihat Farid Yuniar yang saya kenal di esok pagi. Selamat tidur, sampai jumpa di apel pagi. Apakah mereka sabahat dan teman saya?. Yang jelas bisa saya rasakan adalah hati saya mendingin, tidur saya lebih pulas malam itu.


Jadi siapakah teman dan sahabat?


*gambar di atas hanya ilustrasi, dan tidak menunjukkan inisial-inisial si A, B, C dan lainnya di posting ini. Haha.


Selamat pagi,

selamat mudik bagi yang nanti sore akan pulang ke rumah nun jauh di sana.

Salam untuk keluarga.

7 Replies to “Teman dan Sahabat”

  1. cuma sekedar sharing mas farid…
    saya juga penah membahas hal ini dengan seseorang. saat kami mengomentari ‘teman2’ nya setelah kami hangout seharian (bersama teman2 nya juga). saat itu dia mengomentari salah satu ‘temannya’ sebut saja si R. dan saya menimpali, ‘si R sahabat lo itu?’ (karena menurut saya mereka cukup dekat). teman saya itu langsung berkata, ‘ dia bukan sahabat gw, buat gw sahabat itu punya makna yang cukup dalam dan orang itu belum memenuhi kriteria tersebut.’
    saya langsung terdiam dan berfikir, sedalam apa sebenarnya makna kata sahabat?

    buat saya sendiri hanya ada 2 golongan orang dalam hidup saya, keluarga dan teman. buat saya keluarga bukan hanya yang punya hubungan darah secara langsung, tapi juga orang yang punya ikatan emosi yang kuat, orang2 yang penting buat kita. teman… well… bisa macem2, teman kuliah, teman kantor, teman facebook.

    lalu dimana posisi sahabat?
    dia bisa dimana2. dia adalah keluarga yang telah menemani hampir sepanjang kita hidup, bisa juga teman yang baru kita kenal. menurut saya kita ga bisa ngejudje siapa yang layak kita sebut sahabat karena cuma waktu lah yang nantinya membuat kita tau.

    yang penting… when you learn not to take people for granted, you’ll life a lot happier

    nb: salam bwt si W

  2. wah, anin…….komen kamu saya panjangnya sama postinganku…..hahaha πŸ˜†

    jadi si M itu temen, sahabat, apa pacar nin? Hahahaha..

    si W itu kan pengandaian, tidak ada dalam dunia nyata…. :mrgreen: boong dink…..hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *