Marah dan Bodoh

Pernahkah kita marah? atau pernahkah kita merasa bodoh ketika menghadapi sesuatu? Saya menemukan komentar yang sangat bagus di sebuah status facebook temen.

Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan Rosulnya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia disi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya. Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Demikian agungnya akhlak ini sehingga rosullullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya : “Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR Muslim)

3 Replies to “Marah dan Bodoh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *