Tolol

Saya sedang makan siang di sebuah warteg dekat kos kemarin siang. Seorang ibu, beserta dua anaknya, satu cewek kira-kira kelas 2 SD dan adiknya cowok mungkin berumur 1 tahun masuk ke warteg untuk membeli soto ayam. Tiba-tiba si kecil itu menangis. Ternyata memegang mangkok sayur yang masih panas. Dan ibu yang anak serta merta marah-marah “tolol banget sih, udah tau panas dipegang” dengan nada tinggi. Sang kecil menangis semakin kencang, dan saya lihat kakaknya malah menyemangati ibu nya memarahi sang adik.

Apakah anak kecil satu tahun sudah tahu kalau mangkok itu panas? jikapun sudah tahu, haruskan kata “tolol” itu muncul dari mulut sang ibu kepada anaknya? Saya bersedih, karena kemarin baru saja pulang kampung untuk melihat anak ketiga mbak saya yang opname yang baru lahir dan kena virus, namun di tempat lain kulihat (sepertinya ada) sebuah “kesia-siaan” dari orang tua pada anaknya, yang tidak saya pahami, bagaimana dia mendidik anak-anaknya dengan umpatan.

2 Replies to “Tolol”

  1. copy paste dari komen temen di facebook:
    ——–
    Samuel Paduka Siahaan:

    yah rid sayang sekali hal seperti itu masih terjadi dr orang tua. gw bukan mo ngajarin anak untuk durhaka. tp ada kalany kekeliruan yg terjadi scr sarkasme gtu, ada jg yg scr tidak sadar. biar gw kutip pernyataan Brouwer bung kolumnis kompas tahun 80 (dan masih relevan lho bung):
    ada seorang ibu yg krn mengikuti iklan di tv memberi anakny 7 macam vitamin sirup berbeda meskipun maksudnya baik.
    ada jg ibu yg memberi anakny makanan n minuman manis berlebihan shg anakny ceret n mencret2.
    kedua kasus td adl untuk keluarga yg berkecukupan lho.

    jd maksud gw adalah kekeliruan ibu ke anak msh sering terjadi di masyarakat kita secara kasar (yg lo ceritakan) dan scr halus (yg gw kutip). slogan mother knows better masih terpatri tanpa alasan yg jelas. coba bila lo tegor ibu td mungkin dy akan ngomong sy tahu yg terbaik untuk anak sy.

    jd menurut gw: ibu/ayah bukan knows better tp haruslah learn better. dengan demikian mereka jd rendah hati dlm menerima status sbg org tua.
    tanggapan kedua gw: klo kita sakit melihat ada anak yg dikatai tolol oleh org tuanya. kita jgn mengatakan tolol lg bung ke siapapun dgn maksud menghina (kadang kita lupa soal yg satu ini).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *